Suara.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni disambut oleh komunitas Tionghoa saat berkampanye di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu.
"Terima kasih atas sambutan warga Tionghoa dalam menerima saya dan Mpok Sylvi. Kami melihat ada bentuk kebhinekaan di sini," ujar Agus di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu.
Agus dan Sylvi datang ke Pantai Indah Kapuk ditemani sejumlah tim kampanye, serta politisi PKB Daniel Johan yang mewakili komunitas Tionghoa Jakarta.
Saat tiba mereka langsung disambut oleh sejumlah pengurus Hopeng Agus yang merupakan komunitas Tionghoa pendukung Agus-Sylvi.
Menurut Agus, warga Tionghoa di DKI Jakarta bukan milik satu pasangan calon tertentu, melainkan milik seluruh pasangan calon. Dia menekankan keberadaan komunitas Tionghoa merupakan bukti kemajemukan warga ibukota.
"Salah satu ciri dari Indonesia adalah kemajemukan, yang harus kita jaga," ujar Agus.
Politisi PKB Daniel Johan mengatakan bahwa komunitas Tionghoa melihat Agus dan Sylvi memiliki kemapanan program. Menurut Daniel, warga Tionghoa berharap Agus-Sylvi dapat menjamin terciptanya stabilitas ekonomi, sosial dan politik, jika terpilih nanti, sehingga menciptakan kondisi yang aman dan teduh sehingga pertumbuhan ekonomi dan sektor riil maupun industri bisa berjalan maksimal.
"Mereka berharap situasi di segala aspek kondusif. Agar pertumbuhan industri berjalan, sehingga bisa menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat DKI serta menurunkan angka kemiskinan dan kriminal," kata Daniel.
Daniel juga menyampaikan bahwa warga Tionghoa berharap Agus-Sylvi dapat menjamin persamaan hak dan kewajiban semua warga tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun baik ekonomi, sosial, politik, budaya dan hukum. (Antara)
Berita Terkait
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Sejarah Baru, Iin Mutmainnah Dilantik Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Jakarta Sejak 2008
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
-
Kuasa Hukum Bupati Jember Beberkan Hak Finansial Wabup Capai Hampir Setengah Miliar
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum