Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menempatkan kawasan konservasi sebagai salah satu pilar pendukung pembangunan nasional dengan berkampanye melawan segala bentuk kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar. Namun luas hutan konservasi kecil.
"Hutan konservasi mencapai 16 persen dari total luas hutan Indonesia yang mencapai 130,68 juta hektare, yaitu seluas 20,91 juta hektare," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya di Jakarta, Senin (5/12/2016).
Menteri Siti menjelaskan luasan tersebut harus dikelola dengan pendekatan multidimensi dan komprehensif. Sehingga perlindungan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi Indonesia yang menjadi bagian dari pembangunan nasional secara utuh.
"Kawasan konservasi harus menjadi bagian dari sumber kesejahteraan masyarakat," tambah dia.
Indonesia merupakan negeri dengan keanekaragaman hayati terbesar dan rumah dari 17 persen total spesies yang ada di dunia. Di antaranya 35.000 - 40.000 spesies tumbuhan (11-15 persen), 707 spesies mamalia (12 persen), 350 spesies amphibi dan reptil (15 persen), 1.602 spesies burung (17 persen) dan 2.184 spesies ikan air tawar (37 persen). Sementara untuk kelautan terdapat setidaknya 2.500 spesies molusca, 2000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 spesies mamalia laut, dan lebih dari 2.500 spesies ikan.
Namun sayangnya, kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) masih perlu mendapatkan perhatian serius, karena banyak spesies tumbuhan dan satwa menghadapi ancaman kepunahan. Salah satunya karena aktivitas perdagangan ilegal. Kepunahan tumbuhan dan satwa liar mengakibatkan ketidakstabilan siklus kehidupan.
Untuk itu, pemerintah telah menetapkan spesies dilindungi, guna melindungi tumbuhan dan satwa liar. Hingga saat ini jumlah spesies yang dilindungi mencakup 127 spesies mamalia, 382 spesies burung, 31 spesies reptilia, 12 spesies palmae, 11 spesies raflesia dan 29 spesies orchidaceae.
Indonesia juga aktif melakukan penegakan hukum memberantas kejahatan perdagangan. Selain itu dilakukan penguatan kerjasama antara negara sumber, negara tujuan dan negara transit sehingga jaringan perdagangan ilegal antar negara terputus.
Pada 11 Juni 2016 di Taman Safari Indonesia (TSI), KLHK menyerahkan orangutan hasil repatriasi dari Thailand secara simbolis ke lembaga konservasi. Orangutan yang diserahkan adalah yang secara teknis konservasi sudah tidak bisa dilepasliarkan.
Selain itu juga diserahkan kakatua jambul kuning hasil penyerahan dari masyarakat ke penangkar, melepasliarkan jalak putih hasil penangkaran sebanyak 40 ekor, memberikan nama anak anoa hasil penangkaran, menyerahkan harimau Giring hasil penangkapan dari Bengkulu ke TSI untuk rescue.
Selain itu juga banyaknya kelahiran hewan dilindungi di lembaga konservasi, sepanjang tahun 2015-2016. Dari TSI 9 ekor yaitu Anoa (satu), gajah Sumatera (satu), macan tutul Jawa (satu), harimau Sumatera (tiga), babi rusa (satu), dan jerapah (dua).
Sedangkan, di TN Ujung Kulon selama ini telah lahir tujuh ekor badak Jawa. Di Taman Margasatwa Kinantan Bukittinggi telah lahir dua ekor harimau Sumatera dan dua ekor macan dahan.
Di Taman Impian Jaya Ancol lahir, seekor lumba-lumba. Di Kebun Binatang Gembiraloka, lahir satu ekor beruang madu. Di sanctuary badak Sumatera TN Way kambas lahir satu ekor badak Sumatera. Di TN Sidomuncul lahir satu ekor harimau Siberia.
Permasalahan lingkungan lainnya yang juga memerlukan perhatian yang sangat serius meliputi masalah-masalah pencemaran air, pencemaran udara, persampahan dan B3 maupun limbah B3 serta kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pertambangan.
"Masalah-masalah itu secara keseluruhan saling berasosiasi dalam satu kesatuan ekosistem, dimana kita, manusia, juga berada dan hidup di dalam ekosistem tersebut," kata Menteri Siti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?
-
Bukan Mistis! Anggota DPR Ungkap Dampak Ngeri Hoaks 'Pocong Begal' bagi Ekonomi Warga
-
Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat
-
Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini