News / Nasional
Senin, 05 Desember 2016 | 16:14 WIB
Ahmad Dhani bertemu Fadli Zon [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan telah merencanakan penangkapan sejumlah aktivis yang diduga makar, pada Jumat (2/12/2016) subuh.

Tito mengatakan, Polri memang sudah berniat menangkap para aktivis itu setelah aksi 4 November lalu. Penangkapan mereka juga sengaja dilakukan sesaat sebelum aksi 2 Desember berlangsung.

Tito mengaku khawatir jika penangkapan dilakukan sehari atau beberapa hari sebelum aksi 2 Desember. Karena, sambung Tito, informasi penangkapan ini nantinya bisa bergeser seolah-olah hal itu untuk penggembosan massa aksi Bela Islam III.

"Kalau penangkapan dilakukan di hari lain, kalau dipelintir keluar di media sosial, bapak-bapak paham betul kekuatan media sosial. Mohon maaf bagaimana sadisnya medsos bisa membalikkan semua," kata Tito dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (5/12/2016).

"Karena itu kita setting penangkapan subuh karena tak ada timing untuk menggulirkan dan menggoreng-goreng membangkitkan massa besar," tambahnya.

Penangkapan ini, kata Tito lagi,  dilakukan agar agenda doa dan salat Jumat berjamaah di Monas tidak terganggu dengan aksi politik lain.

"Setelah penangkapan tidak ada insiden, jam 4 selesai. Kami keliling patroli clear tadinya jutaan clear sudah bersih Sudirman-Thamrin. Ini sekali lagi berhasil," ujar Tito.

Load More