Suara.com - Pesilat putri asal Indonesia, Selly Andriani, membuat seisi GOR Lila Bhuana bergemuruh. Pesilat yang di kejuaraan dunia lalu meraih medali emas di kelas D itu, memukul jatuh lawannya hingga pingsan di ronde kedua.
Senin (5/12/2016) sore WITA, pesilat yang akrab disapa selly berhadapan dengan pesilat asal Thailand, Hamida Chasongkram. Unggul di ronde pertama, di ronde kedua pun Hamida dibuat tersungkur oleh Selly.
Melontarkan pukulan ke arah dada, pukulan Selly justru menghantam telak wajah Hamida hingga terkapar. Tidak sadarkan diri, Selly pun dinyatakan sebagai pemenang.
Pukulan ke wajah, menurut peraturan pertandingan memang dilarang. Namun Selly lolos dari hukuman diskualifikasi karena juri menilai pukulan ke wajah lawan terjadi tanpa sengaja. Karena lawan melakukan gerakan yang disebut salah bela.
"Alhamdulillah menang. Di ronde dua, lawannya kepukul. Soalnya dia lagi nunduk, nggak sengaja. Selly mukul, ya kepukul tulang pipinya. Nggak bangun lagi," tukas Selly polos saat ditemui usai pertandingan.
"Lawannya nggak bangun-bangun. Tapi kata dokter baik-baik aja. Selly yang takut di dis (diskualifikasi), entar nggak main lagi. Untungnya salah bela. Tadi tuh udah deg-deg an. Pengen lawan bangun biar main lagi sampai beres, taunya nggak bangun-bangun," sambungnya.
Dinyatakan sebagai pemenang, pesilat asal Jawa Barat itu menunjukkan jiwa besarnya sebagai pesilat. Selly mendatangi kubu lawan dan meminta maaf atas apa yang terjadi.
"Kasihan. Tadi langsung samperin pelatihnya, saling minta maaf. Namanya juga pertandingan," kata perempuan yang menyandang sabuk hitam strip putih tersebut.
Menang KO, Selly lolos ke babak semifinal. Demi mencapai tujuannya kembali meraih medali emas seperti di kejuaraan dunia Thailand tahun lalu, pesilat Tajimalela pun sudah menyiapkan strategi menghadapi lawan berikutnya.
"Persiapannya sih lebih ke mental dan memotivasi diri sendiri lagi. Latihan sudah, berdoa lagi dijalanin," katanya sambil tertawa.
"Tinggal aman-amanin poin. Soalnya lawan besok lebih bagus dari ini. Jadi lebih berstrategi lagi, lebih waspada lagi," sambung Selly yang mengenal dunia pencak silat sejak kelas 1 SMP.
"Harapannya mempertahankan gelar juara dunia yang kemarin. Harga mati," sambungnya lagi.
Berita Terkait
-
Janji Manis Erick Thohir Usai Pencak Silat Sumbang 4 Emas SEA Games 2025
-
Hasil SEA Games 2025: Pencak Silat Tambah Dua Medali Emas di Hari Terakhir
-
Ricuh SEA Games 2025: Atlet Pencak Silat Malaysia Kejar dan Serang Wasit
-
Tapak Suci SMK Skill Village Islamic School Sabet Prestasi di Banten Pencak Silat Competition 2025
-
PON Bela Diri Kudus 2025 Rampung, DKI Jakarta Kunci Juara Umum
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam