Suara.com - Presiden Joko Widodo mengatakan produksi pertanian perlu ditingkatkan melalui sumber-sumber air dan peralatan teknologi pertanian. Tahun depan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2017 (RAPBN) guna sarana prasarana pertanian naik menjadi 70 persen dari total anggaran.
Hak itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas (Ratas) tentang Pengembangan Sumber-sumber Air dan Alat Mesin Pertanian dan Permodalan Petani Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
"Sejak 2015 Pemerintah telah mengubah fokus anggaran pertanian untuk belanja sarana dan prasarana yakni pada kisaran 60 persen. Dan dalam RAPBN 2017 nantinya telah ditetapkan belanja sarana prasarana pertanian sebesar 70 persen dari total anggaran Kementerian Pertanian yang kurang lebih Rp16,6 triliun," kata Jokowi.
Jokowi mengaku mendapatkan laporan, bahwa saat ini lahan pertanian seluas 36,8 juta hektar belum dimanfaatkan secara maksimal. Di antaranya adalah 8,1 juta hektar lahan sawah, baru 4,1 juta yang dialiri irigasi, dan hal itu pun perlu dilakukan beberapa perbaikan serta normalisasi.
"Saya minta kita fokus dalam mengatasi persoalan sarana dan prasarana ini. Saya ingatkan, masih terdapat empat juta hektar lahan persawahan yang belum diirigasi. Kemudian masih terdapat 5,02 juta hektar ladang dan 12,01 juta hektar tegal atau kebun seluas yang perlu dibuatkan kantong air atau embung agar bisa menanam dua kali dalam setahun," ujar dia.
Dia menambahkan tak ada pilihan lain kecuali mengembangkan sumber-sumber air seperti normalisasi sungai, memperbaiki saluran irigasi primer dan sekunder. Kemudian membangun kantong-kantong air sembung. Dengan cara itu kita bisa akan lebih mengoptimalkan lahan pertanian yang ada, serta dapat meningkatkan produksi pertanian agar swasembada pangan dapat tercapai," tutur dia.
Selain itu, Jokowi juga meminta agar lahan tidur seluas 11,7 juta hekrar segera dapat dimanfaatkan lebih produktif. Kemudian untuk meningkatkan produksi pertanian, dilakukan pengembangan alat mesin pertanian, serta meningkatkan akses permodalan bagi petani melalui KUR.
"Dan terkait dengan alat mesin pertanian, kebutuhannya akan semakin meningkat sejalan optimalisasi lahan-lahan pertanian serta pembukaan lahan-lahan baru," kata dia.
Sementara itu terkait permodalan bagi para petani, sampai 31 Juli 2016 penyaluran KUR sebesar 68 persen, yakni pada sektor besar dan eceran. Sedangkan KUR yang disalurkan untuk sektor pertanian dan kehutanan sebesar hanya 15 persen.
"Pada 2017 target alokasi KUR dipertahankan pada angka 100-120 triliun. Namun saya minta dibuat skema khusus untuk alokasi KUR di sektor pertanian yang didasarkan pada karakteristik komoditas yang jadi prioritas. Karena saya lihat skema yang ada saat ini bersifat umum," tutur dia.
"Satu lagi yang nggak kalah penting, saya juga ingin agar koperasi di desa-desa kembali digiatkan dan difokuskan untuk menyalurkan KUR bagi sektor pertanian," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan