Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Polda Metro Jaya menangkap aktivis yang juga bekas anggota DPR Hatta Taliwang di kediamannya, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/12/2016) dini hari. Dia ditangkap langsung dijadikan tersangka karena diduga terlibat dalam kegiatan bersama 11 tokoh yang diciduk pada Jumat (2/12/2016) pagi.
"Penangkapan yang dilakukan oleh Krimsus PMJ, seseorang yang bernama Muhammad Hatta alias Hatta Taliwang tadi malam jam 1.30 WIB. Ditangkap dirumah di Rusun Benhil, Jakarta Pusat. Sudah kita tangkap berarti sudah tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.
Argo mengatakan saat ditangkap, Hatta tidak melakukan perlawanan kepada petugas. Dia langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
"Pada saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan, penyidik menyampaikan beberapa surat, dari penangkapan itu dibawa ke Polda Metro Jaya," kata dia.
Hatta diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan menyebarkan penghasutan berbau SARA melalui Facebook
"Yang bersangkutan kami persangkakan Pasal 28 ayat Jo 45 ayat 2 UU, Nomor 11, Tahun 2008 tentang ITE. Kemudian yang bersangkutan telah memposting di medsos ada di akun FB yang isinya bahwa dapat menimbulkan permusuhan terkait SARA," kata dia. "Dia menyampaikan bahwa orang Cina hobi beternak penguasa ada ditulisannya dan sebagainya Makanya kami tangkap."
Polisi sudah menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu buah telepon seluler dan buku-buku yang berisi tulisan Hatta.
"Kami temukan barang bukti HP, buku-buku tulisan yang bersangkutan, ada buku notes yang sedang dipelajari penyidik," kata dia.
Mengenai apakah dia terlibat dalam perencanaan makar, Argo mengatakan hal itu masih didalami.
"Sedang kita dalami dulu ya kalau terduga makar," kata dia.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan penyidik tengah memburu Hatta.
"Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tahu kasih tahu saya," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).
Iriawan mengatakan alasan penyidik mencari Hatta karena dia diduga turut pertemuan dengan tokoh-tokoh lain.
"Betul (Hatta ikut hadiri rapat)," kata Iriawan.
Sebelum menetapkan Hatta menjadi tersangka, Polda Metro Jaya telah menetapkan 11 tokoh menjadi tersangka. Mereka diciduk di beberapa lokasi berbeda menjelang aksi damai pada Jumat (2/12/2016).
"Penangkapan yang dilakukan oleh Krimsus PMJ, seseorang yang bernama Muhammad Hatta alias Hatta Taliwang tadi malam jam 1.30 WIB. Ditangkap dirumah di Rusun Benhil, Jakarta Pusat. Sudah kita tangkap berarti sudah tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.
Argo mengatakan saat ditangkap, Hatta tidak melakukan perlawanan kepada petugas. Dia langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
"Pada saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan, penyidik menyampaikan beberapa surat, dari penangkapan itu dibawa ke Polda Metro Jaya," kata dia.
Hatta diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan menyebarkan penghasutan berbau SARA melalui Facebook
"Yang bersangkutan kami persangkakan Pasal 28 ayat Jo 45 ayat 2 UU, Nomor 11, Tahun 2008 tentang ITE. Kemudian yang bersangkutan telah memposting di medsos ada di akun FB yang isinya bahwa dapat menimbulkan permusuhan terkait SARA," kata dia. "Dia menyampaikan bahwa orang Cina hobi beternak penguasa ada ditulisannya dan sebagainya Makanya kami tangkap."
Polisi sudah menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu buah telepon seluler dan buku-buku yang berisi tulisan Hatta.
"Kami temukan barang bukti HP, buku-buku tulisan yang bersangkutan, ada buku notes yang sedang dipelajari penyidik," kata dia.
Mengenai apakah dia terlibat dalam perencanaan makar, Argo mengatakan hal itu masih didalami.
"Sedang kita dalami dulu ya kalau terduga makar," kata dia.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan penyidik tengah memburu Hatta.
"Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tahu kasih tahu saya," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).
Iriawan mengatakan alasan penyidik mencari Hatta karena dia diduga turut pertemuan dengan tokoh-tokoh lain.
"Betul (Hatta ikut hadiri rapat)," kata Iriawan.
Sebelum menetapkan Hatta menjadi tersangka, Polda Metro Jaya telah menetapkan 11 tokoh menjadi tersangka. Mereka diciduk di beberapa lokasi berbeda menjelang aksi damai pada Jumat (2/12/2016).
Delapan orang yang ditetapkan menjadi tersangka dugaan upaya makar, yakni mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (purn) Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Ideologi Rachmawati Soekarnoputri, aktivis Ratna Sarumpaet, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, aktivis Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, dan tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz.
Dua tersangka yang lain, Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran, disangka melakukan penyebaran ujaran kebencian.
Musisi yang juga calon wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani kena sangkaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.
Dari 11 tokoh, hanya Sri Bintang Pamungkas, Rizal, dan Jamran yang ditahan.
Dua tersangka yang lain, Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran, disangka melakukan penyebaran ujaran kebencian.
Musisi yang juga calon wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani kena sangkaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.
Dari 11 tokoh, hanya Sri Bintang Pamungkas, Rizal, dan Jamran yang ditahan.
Kendati para tokoh yang dijerat pasal makar membantah, polisi tetap mendalami kasus. Saat ini, polisi tengah melacak pihak-pihak yang diduga mendanai rencana makar.
Komentar
Berita Terkait
-
Polemik Pasal Penghinaan Presiden KUHP, Jokowi Saja Pertanyakan Urgensinya
-
Peringatan Hari Migran Internasional, Partai Buruh Singgung Pasal Penghinaan Presiden Dalam UU KUHP
-
Bukan Buat Lindungi Jokowi? Mahfud MD Ungkap Siapa yang Untung Lewat KUHP Pasal Penghinaan Presiden
-
'Gundulmu!' Kaesang Ngegas saat Memenya Tentang Jokowi Diadukan Warganet
-
Usulan ICJR ke DPR: Ancaman Penjara Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP Diganti Kerja Sosial
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Disebut Paling Bahagia, Indonesia Justru Dibayangi Tingkat Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia
-
FPI Ancam Polisikan Pandji Pragiwaksono Buntut Stand Up Komedi Mens Rea
-
Jokowi Terima Restorative Justice, Polda Metro Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis
-
Eggi Sudjana Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi, Jadi Jalan Damai Tanpa Pengadilan?
-
Istana Bicara Soal RUU Anti Propaganda Asing, Berpotensi Bungkam Kritik?
-
Jadi Alat Melakukan Tindak Pidana: Akun IG Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Dirampas Negara
-
KPK Sebut Ketua PDIP Jabar Diduga Kecipratan Duit Kasus Ijon Proyek Bekasi, Berapa Jumlahnya?
-
Pola Korupsi 'Balik Modal Pilkada' Jerat Bupati Bekasi? KPK Cium Modus Serupa Lampung-Ponorogo
-
Mulai Dibahas DPR, Analis Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Sandera Lawan Politik
-
Dilantik Sebagai Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga