Situasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada [suara.com/Welly Hidayat]
Polda Metro Jaya menyatakan siap untuk mengamankan sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang akan dimulai besok, Selasa (12/12/2016).
"Jadi untuk besok pagi akan dilaksanakan kegiatan persidangan Bapak Ahok, di pengadilan Jakut yang berada di Jakpus, Jalan Gajah Mada 17. Jadi pada prinsipnya kepolisian akan mengamankan jalannya sidang tersebut. Pokoknya memang ada tim mengawal sidang Ahok. 100 persen sudah siap," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo di Polda Metro Jaya, Senin (12/12/2016).
Lokasi pengadilan menempati gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada.
Argo menambahkan ada tiga hal yang menjadi prioritas polisi dalam rangka pengamanan sidang perkara Ahok.
"Pertama adalah kegiatan, kegiatan itu sidang, dari awal, pelaksanaan hingga akhir kami amankan. Kedua pengamanan lokasi. Lokasi pengadilan kita amankan, dengan lokasi lain seperti sentra ekonomi dan perkantoran. Ketiga mengamankan orang. Orang siapa? Orang di sana, orang yang melaksanakan sidang, perangkat sidang, pengunjung sidang serta media," kata dia.
Untuk menjaga keselamatan Ahok, polisi akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.
"Itu kan semua kegiatan kejaksaan, nanti kami akan bantu," katanya.
Argo enggan menyebut berapa jumlah polisi yang akan dikerahkan ke pengadilan.
"Untuk jumlah sedang kita update, jadi jangan sampai massa yang mengunjungi dengan personil tidak imbang. Yang penting cukuplah," kata dia.
Argo menambahkan polisi juga akan melakukan rekayasa lalu lintas jika terjadi konsentrasi massa di depan gedung pengadilan. Rekayasa dilakukan jika arus lalu lintas macet.
"Nanti kita lihat dinamika di lapangan. Di depan kan jalannya lebar juga. Jangan sampai masyarakat terganggu juga. Dan mudah-mudahan kegiatan sidang berjalan dengan baik dan kemudian masyarakat dapat menggunakan jalan dalam hal berangkat ke kantor atau hal lainnya," kata Argo.
Hingga sore ini, kata Argo, Polda Metro Jaya belum mendapatkan surat pemberitahuan terkait rencana aksi massa. Meski demikian, polisi tetap siaga demi menjaga kelancaran sidang.
"Nanti kita lihat kalau memang mengganggu kita tertibkan," kata dia.
Sore ini, situasi di depan pengadilan terlihat ramai didatangi wartawan. Sejumlah mobil Satellite News Gathering terlihat di tepi Jalan Gajah Mada.
Tetapi gerbang pengadilan tertutup rapat. Beberapa polisi yang tengah patroli sempat berhenti di sana. (Welly Hidayat)
"Jadi untuk besok pagi akan dilaksanakan kegiatan persidangan Bapak Ahok, di pengadilan Jakut yang berada di Jakpus, Jalan Gajah Mada 17. Jadi pada prinsipnya kepolisian akan mengamankan jalannya sidang tersebut. Pokoknya memang ada tim mengawal sidang Ahok. 100 persen sudah siap," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo di Polda Metro Jaya, Senin (12/12/2016).
Lokasi pengadilan menempati gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada.
Argo menambahkan ada tiga hal yang menjadi prioritas polisi dalam rangka pengamanan sidang perkara Ahok.
"Pertama adalah kegiatan, kegiatan itu sidang, dari awal, pelaksanaan hingga akhir kami amankan. Kedua pengamanan lokasi. Lokasi pengadilan kita amankan, dengan lokasi lain seperti sentra ekonomi dan perkantoran. Ketiga mengamankan orang. Orang siapa? Orang di sana, orang yang melaksanakan sidang, perangkat sidang, pengunjung sidang serta media," kata dia.
Untuk menjaga keselamatan Ahok, polisi akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.
"Itu kan semua kegiatan kejaksaan, nanti kami akan bantu," katanya.
Argo enggan menyebut berapa jumlah polisi yang akan dikerahkan ke pengadilan.
"Untuk jumlah sedang kita update, jadi jangan sampai massa yang mengunjungi dengan personil tidak imbang. Yang penting cukuplah," kata dia.
Argo menambahkan polisi juga akan melakukan rekayasa lalu lintas jika terjadi konsentrasi massa di depan gedung pengadilan. Rekayasa dilakukan jika arus lalu lintas macet.
"Nanti kita lihat dinamika di lapangan. Di depan kan jalannya lebar juga. Jangan sampai masyarakat terganggu juga. Dan mudah-mudahan kegiatan sidang berjalan dengan baik dan kemudian masyarakat dapat menggunakan jalan dalam hal berangkat ke kantor atau hal lainnya," kata Argo.
Hingga sore ini, kata Argo, Polda Metro Jaya belum mendapatkan surat pemberitahuan terkait rencana aksi massa. Meski demikian, polisi tetap siaga demi menjaga kelancaran sidang.
"Nanti kita lihat kalau memang mengganggu kita tertibkan," kata dia.
Sore ini, situasi di depan pengadilan terlihat ramai didatangi wartawan. Sejumlah mobil Satellite News Gathering terlihat di tepi Jalan Gajah Mada.
Tetapi gerbang pengadilan tertutup rapat. Beberapa polisi yang tengah patroli sempat berhenti di sana. (Welly Hidayat)
Komentar
Berita Terkait
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'
-
Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
-
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah