Suara.com - Penyidik Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara mendalami motif kasus pencabulan 11 anak di bawah umur di Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan pertengahan Nopember 2016.
Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce menjelaskan kasus pencabulan anak di bawah umur perlu di dalami motifnya karena korbannya seluruhnya masih berusia di bawah 12 tahun.
Sesuai pengakuan pelaku bernama Ismail ( 46) melakukan asusila terhadap korbannya hanya karena sering menonton film porno yang sengaja disimpan dalam handphone miliknya.
Film porno inilah yang dijadikan pancingan kepada calon korbannya yang sengaja dijemput sekolahnya lalu di bawa ke pondok yang terletak di kebun miliknya.
Sekaitan dengan pendalaman kasus yang tergolong unik ini, penyidik kepolisian setempat telah melakukan pemeriksaan terhadap korbannya dengan mendatangi rumah orangtuanya agar tidak berdampak pada psikologis anak bersangkutan.
Pelaku yang ditinggalkan istrinya sejak 6 tahun lalu ini kemungkinan besar menjadi penyebab melakukan asusila terhadap anak-anak.
"Kita sudah memnta keterangan semua anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual yang dlakukan Ismail ini dengan mendatangi rmah orangtuanya. Hal ini dilakukan supaya tidak menimbulkan ketakutan dan beban psikologis bagi anak tersebut," terang Kapolres Nunukan ini.
Ia menegaskan, pemeriksaan terhada anak-anak yang menjadi korban harus dilakukan dengan hati-hati disertai pendampingan tenaga ahli psikologis. (Antara)
Baca Juga: Gatot Brajamusti Resmi Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan CT
Berita Terkait
-
Korban Pencabulan Bertambah, City Luncurkan Penyelidikan
-
Bocah 16 Tahun Dicabuli Hingga Hamil oleh Teman Kakaknya
-
Inggris Penjarakan 8 Lelaki karena Kejahatan Seks Anak Masa Lalu
-
Sopir Taksi Ditembak karena Merampok dan Perkosa Mahasiswi Medan
-
Perkosa Adik Sepupu, dan Anak Tetangga, Bocah Ini Kok Tak Dibui?
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita
-
Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak
-
Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
-
Grace Natalie Siap Temui Jusuf Kalla Usai Dipolisikan: Saya Tidak Ada Masalah Pribadi
-
Nadiem Klaim Permendikbud Soal Pengadaan Chromebook Tak Terkait Investasi Google ke Gojek
-
Soal Polemik Cerdas Cermat di Kalbar, Setjen MPR RI Janji Evaluasi Menyeluruh
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Juri Cerdas Cermat Empat Pilar Keliru Beri Nilai, Waket MPR Minta Maaf: Kami Evaluasi Total
-
Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum