Suara.com - Mantan anggota DPR dari Fraksi PAN berterimakasih setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan Polda Metro Jaya pada Selasa (13/12/2016) sore. Hatta merupakan tersangka kasus dugaan penghasutan berbau SARA lewat Facebook.
"Untuk itu saya, terimakasih kepada pimpinan Polri, Pak Kapolda saya akan tetap kooperatif," kata Hatta di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Hatta mengungkapkan selama menjalani pemeriksaan, penyidik bersikap profesional.
"Polisi cukup profesional, semua berlangsung tertib, tidak ada pelanggaran HAM. Jadi saya harus hargai itu," ujar Hatta.
Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air Hinsar Tambunan menyebut sejumlah faktor yang membuat penahanan ditangguhkan.
"Penangguhan kami dapat dari pertimbangan penyidik. kami dan anak bang Hatta menjadi jaminan. Juga ada pertimbangan pemeriksaan sudah selesai, juga ada mengenai syarat - syarat lain. Kami harap proses ini selesai," ujar Hinsar.
Hinsar memastikan kliennya tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti, juga tidak akan mengulangi perbuatan.
"Yang pasti Bang Hatta akan sangat kooperatif. Jadi, itu semua yang ada di surat penangguhan," ujar Hinsar.
Hatta ditangkap setelah polisi menciduk 11 tokoh. Delapan tokoh kena sangkaan dugaan makar, tiga tokoh lagi kasus dugaan penghasutan, termasuk Hatta, dan satu tokoh lagi kasus penghinaan terhadap Presiden.
Hatta dijerat Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Berita Terkait
-
Polemik Pasal Penghinaan Presiden KUHP, Jokowi Saja Pertanyakan Urgensinya
-
Peringatan Hari Migran Internasional, Partai Buruh Singgung Pasal Penghinaan Presiden Dalam UU KUHP
-
Bukan Buat Lindungi Jokowi? Mahfud MD Ungkap Siapa yang Untung Lewat KUHP Pasal Penghinaan Presiden
-
'Gundulmu!' Kaesang Ngegas saat Memenya Tentang Jokowi Diadukan Warganet
-
Usulan ICJR ke DPR: Ancaman Penjara Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP Diganti Kerja Sosial
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT