Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Calon gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bangga dengan putra sulungnya, Nicholas Sean Purnama, yang kini menuntut ilmu di Fakultas Ilmu Kedokteran, Universitas Indonesia.
Menurut Ahok kuliah di UI dan mengambil jurusan Kedokteran adalah cita-cita Ahok yang tak kesampaian.
"Nah aku juga senang anak aku bisa masuk perguruan tinggi negeri (Nicholas). Itu yang aku cita-citakan dulu mau masuk UI kedokteran nggak dapat," ujar Ahok usai kampanye di Jalan Cililitan Kecil, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
Ahok mengungkapkan Nicholas tak mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Jakarta untuk kuliah di UI. Pernyataan Ahok terkait program bantuan pemerintah sebesar Rp18 juta pertahun untuk masyarakat Jakarta pemegang Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri.
"Nggak (dapat KJMU) dong, masa dapat KJP, masa pake iphone pake KJP," kata Ahok.
Lebih jauh, Ahok bercerita tentang salah satu kelebihan menjabat gubernur. Seorang gubernur, katanya, bisa lebih banyak membuat kebijakan untuk membantu masyarakat, khususnya yang tak mampu secara finansial. Di antaranya bantuan berupa program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
"Senang dong (jadi gubernur) bisa bantu orang Rp2,7 triliun. Bisa membuat orang dapat biaya perguruan tinggi negeri. Karena itu yang bapak saya bilang sama saya, 'nggak semua orang seberuntung kamu'," kata Ahok.
Menurut Ahok kuliah di UI dan mengambil jurusan Kedokteran adalah cita-cita Ahok yang tak kesampaian.
"Nah aku juga senang anak aku bisa masuk perguruan tinggi negeri (Nicholas). Itu yang aku cita-citakan dulu mau masuk UI kedokteran nggak dapat," ujar Ahok usai kampanye di Jalan Cililitan Kecil, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
Ahok mengungkapkan Nicholas tak mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Jakarta untuk kuliah di UI. Pernyataan Ahok terkait program bantuan pemerintah sebesar Rp18 juta pertahun untuk masyarakat Jakarta pemegang Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri.
"Nggak (dapat KJMU) dong, masa dapat KJP, masa pake iphone pake KJP," kata Ahok.
Lebih jauh, Ahok bercerita tentang salah satu kelebihan menjabat gubernur. Seorang gubernur, katanya, bisa lebih banyak membuat kebijakan untuk membantu masyarakat, khususnya yang tak mampu secara finansial. Di antaranya bantuan berupa program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
"Senang dong (jadi gubernur) bisa bantu orang Rp2,7 triliun. Bisa membuat orang dapat biaya perguruan tinggi negeri. Karena itu yang bapak saya bilang sama saya, 'nggak semua orang seberuntung kamu'," kata Ahok.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah