Petugas Tim Forensik Polda Metro Jaya membawa lima jenazah korban pembunuhan yang terjadi di Perumahan Pulomas, Jakarta, Selasa (27/12/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kawanan bandit yang dipimpin Ramlan Butarbutar (51) leluasa masuk ke rumah mewah milik pengusaha Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, nomor 7A, Jakarta Timur, karena tak memiliki sistem pengamanan yang baik.
"Kita lihat sendiri di sana, kan ada rumah yang ada satpam sendiri. Nanti kita tanya ke pemilik rumah yang masih hidup kenapa nggak ada penjaganya ya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (29/12/2016).
Selama proses penanganan kasus perampokan yang disertai pembunuhan tersebut, polisi menerjunkan sejumlah anggota kepolisian untuk menjaga tempat kejadian perkara.
"Jadi kita memberdayakan pengamanan lokal di situ," kata dia.
Argo juga mengimbau warga untuk memberdayakan pengamanan rumah dengan baik. Lingkungan tempat tinggal juga mesti punya sistem pengamanan.
"Yang pertama memberdayakan rumah sendiri. Rumah dikasih terali, dikasih gembok juga. Yang kedua pengamanan melalui satpam, pengamanan lain, siskamling kita giatkan," kata dia.
Kepada ketua RT dan ketua RW diingatkan agar jangan malas mendata identitas tamu yang masuk lingkungan mereka, terutama di perumahan-perumahan.
"Ketiga, kalau ada warga atau tamu yang masuk diharapkan meninggalkan identitas supaya tahu siapa yang masuk. Keempat, akan ada Babimkamtibmas yang bisa hadir di situ. Kelima diharapkan memasang CCTV di jalan-jalan untuk memantau tamu-tamu yang masuk," kata dia.
Polisi telah meringkus tiga anggota komplotan bandit yang beraksi di rumah Dodi.
Ramlan diringkus bersama anggotanya, Erwin Situmorang, di tempat persembunyian mereka di kontrakan Jalan Kalong RT 8, RW 2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas. Ramlan tewas karena kehabisan darah.
Setelah itu, polisi meringkus Alfins Bernius Sinaga yang berperan sebagai driver. Dia diringkus di Villa Mas Indah, blok C, Bekasi Utara, tanpa perlawanan.
Lelaki bernama Yus Pane saat ini masih buru polisi karena diduga ikut terlibat.
Adik Ramlan, R alias Ucok, juga diamankan karena diduga membantu menyembunyikan pelaku. Statusnya masih terperiksa.
"Kita lihat sendiri di sana, kan ada rumah yang ada satpam sendiri. Nanti kita tanya ke pemilik rumah yang masih hidup kenapa nggak ada penjaganya ya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (29/12/2016).
Selama proses penanganan kasus perampokan yang disertai pembunuhan tersebut, polisi menerjunkan sejumlah anggota kepolisian untuk menjaga tempat kejadian perkara.
"Jadi kita memberdayakan pengamanan lokal di situ," kata dia.
Argo juga mengimbau warga untuk memberdayakan pengamanan rumah dengan baik. Lingkungan tempat tinggal juga mesti punya sistem pengamanan.
"Yang pertama memberdayakan rumah sendiri. Rumah dikasih terali, dikasih gembok juga. Yang kedua pengamanan melalui satpam, pengamanan lain, siskamling kita giatkan," kata dia.
Kepada ketua RT dan ketua RW diingatkan agar jangan malas mendata identitas tamu yang masuk lingkungan mereka, terutama di perumahan-perumahan.
"Ketiga, kalau ada warga atau tamu yang masuk diharapkan meninggalkan identitas supaya tahu siapa yang masuk. Keempat, akan ada Babimkamtibmas yang bisa hadir di situ. Kelima diharapkan memasang CCTV di jalan-jalan untuk memantau tamu-tamu yang masuk," kata dia.
Polisi telah meringkus tiga anggota komplotan bandit yang beraksi di rumah Dodi.
Ramlan diringkus bersama anggotanya, Erwin Situmorang, di tempat persembunyian mereka di kontrakan Jalan Kalong RT 8, RW 2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas. Ramlan tewas karena kehabisan darah.
Setelah itu, polisi meringkus Alfins Bernius Sinaga yang berperan sebagai driver. Dia diringkus di Villa Mas Indah, blok C, Bekasi Utara, tanpa perlawanan.
Lelaki bernama Yus Pane saat ini masih buru polisi karena diduga ikut terlibat.
Adik Ramlan, R alias Ucok, juga diamankan karena diduga membantu menyembunyikan pelaku. Statusnya masih terperiksa.
Suara.com -
Komentar
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat
-
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
-
Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook
-
Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!