Suara.com - Peneliti Forum Indonesia untuk Tranparansi Anggaran Apung Widadi menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi mendukung kenaikan dana bagi partai politik. Menurut Apung hal tersebut bisa blunder.
"KPK nggak lihat fenomena banyaknya subsidi parpol. Blunder KPK adakan peningkatan belanja parpol, karena yang datang seluruh pimpinan parpol. KPK nilai ini bisa minimalisir korupsi," kata Apung di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2017).
Apung pun mencurigai sikap KPK. Apung kemudian meminta KPK dievaluasi.
"Nah, kemudian KPK yang menjadi trigger untuk naikkan dana parpol. Bukan kemendagri? Ada apa ini? Ini pencegahan KPK perlu dievaluasi dalam tataran tertentu. Sebab ini akan jadi lahan baru untuk korupsi," katanya.
Apung khawatir dengan dukungan dana yang besar kepada partai, akan tercipta sistem oligarki yang sehingga politik dinasti akan berlanjut.
"Bahayanya akan memelihara dinasti dan oligarki," kata Apung.
Dukungan KPK didasarkan pada kajian terhadap seluruh partai. Menurut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan anggaran partai yang memadai akan membuat organisasi semakin kuat dan berpengaruh pada peningkatan indeks demokrasi.
Pahala menuturkan anggaran untuk partai yang bersumber dari APBN saat ini jumlahnya sekitar Rp13 miliar. Angka ini dinilai terlalu kecil mengingat pada 1999, dana untuk partai mencapai Rp105 miliar.
"Kita lihat ada paradoks. Dulu APBN Rp200 triliun bisa sampai Rp105 miliar untuk parpol. Sekarang APBN sudah Rp2 ribu triliun, tapi anggaran parpol jadi turun," kata Pahala.
Meskipun demikian, penambahan anggaran harus diikuti dengan sistem pengelolaan keuangan yang baik. KPK merekomendasikan 25 persen dari anggaran digunakan untuk kegiatan organisasi, sementara 75 persennya untuk pendidikan politik.
"Kami sampaikan ke angka Rp9,3 triliun untuk 10 partai. Di pusat Rp2,6 triliun, di provinsi Rp2,5 triliun, dan di kabupaten dan kota Rp4,7 triliun," katanya.
Dana tersebut tidak semuanya dibebankan pada negara, melainkan 50:50 antara parpol dan negara. Artinya, negara hanya memberi Rp4,7 triliun untuk partia, sementara Rp4,7 triliun lagi ditangung partai.
"Jadi nggak sekaligus. Berjenjang 10 tahun tergantung kinerja partai itu sendiri. Kalau komponen etik, transparansi rekrutmen dan kaderisasi, serta pertanggungjawaban berjalan baik maka kita sebut kinerja partai itu baik. Nanti negara baru bisa memberi sampai 50 persen. 50:50 ini tergantung kinerja dan bagaimana partai memobilisasi iuran anggotanya," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding
-
Peran hingga Aliran Uang ke Gus Yaqut Bakal Dibongkar di Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Dugaan Pemerasan di Pemkab Pemalang, KPK Sita Dokumen hingga Rekaman CCTV Hotel
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan