Suara.com - Anggota Komisi I DPR Prananda Paloh mengingatkan TNI untuk mengedepankan aturan yang ada dalam prosedur bagi pengadaan sistem persenjataan militer. Ini terkait pengadaan satu unit helikopter angkut berat multi fungsi AW-101 oleh TNI AU.
"Kasus seperti sudah terpilihnya helikopter dengan semua prosedurnya (helikopter AW-101) dilakukan kemudian dibatalkan tiba-tiba, mencerminkan militer kita harus lebih mengedepankan aturan. Jangan sampai target kekuatan pokok minimum kita terganggu persaingan industri," kata Prananda di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (9/1/2017).
Prananda juga mendorong BUMN industri strategis harus direvitalisasi atau dipikirkan lagi apakah masih dibutuhkan atau harus-bahkan dibubarkan.
Hal yang paling sering diungkap pemesan di dalam negeri adalah ketepatan waktu penyelesaian dan pengantaran produk yang mereka pesan dari BUMN industri strategis itu.
"BUMNIS tidak boleh menjadi agen, namun menjadi industri murni yang memproduksi alutsista sesuai teknologi yang mereka miliki melalui riset. Masih low tech its okay, yang penting bukan mengakui buatan pabrik lain," katanya.
Wakil ketua Fraksi Nasdem itu meminta kebutuhan kekuatan intelijen masa kini harus lebih diperbanyak lagi.
"Yang saya maksudkan dengan masa kini adalah kapasitas intelijen yang mendalami sosio kultural, mampu melakukan rekayasa sosial yang positif dan kemampuan cyber hacker quality," tuturnya.
Prananda juga mengingatkan pemerintah agar mempunyai proyeksi pertahanan yang fungsional untuk mengatasi ancaman baik ancaman militer maupun darurat bencana.
"Dengan berbagai pembajakan laut misalnya, kita betul betul membutuhkan proyeksi pertahanan yang lebih baik lagi," ujarnya.
Berita Terkait
-
Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Antisipasi Rencana Aksi Balasan, 200 TNI-Polri Bersiaga di Jalan Tambak Pascabentrokan Maut
-
Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo
-
Prabowo Libatkan TNI-Polri dalam Operasional Kopdes Merah Putih, Penyaluran Bansos Bakal Terpusat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123