Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menilai proses sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berlangsung lancar.
"Pantauan saya semua berjalan lancar, semua pola pengamanan sudah tahu yah temen-teman seperti apa, baik sejak di Gajah Mada dan Ragunan semua lancar," kata Iriawan usia meninjau pengamanan sidang kelima Ahok di Audiotorium Kementerian, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).
Tadi, Kapolda mengaku melihat sekilas ruang tempat persidangan.
Dia mengatakan sudah dua saksi pelapor yang dimintai keterangan. Dia memperkirakan setelah memeriksa dua saksi lagi, sidang akan selesai.
"Saat ini masih saksi kedua, semua ada empat saksi dan diperikarakan sampai malam jam tujuh sampai jam delapan tuntasnya," kata dia.
Iriawan menghitung jumlah massa yang demonstrasi dari pekan ke pekan terus berkurang.
"Di (bekas gedung PN Jakpus) Gajah Mada saja dua ribu (pendemo), turun lagi seribu besoknya, hingga sekarang empatratusan jumlah massanya," kata Iriawan.
Dia memastikan alat pengeras suara yang dibawa massa tidak mengganggu sidang.
"Suara kita sudah hitung, di luar dan di dalam ruangan cukup representatif, jadi yang di dalam tak mendengar suara dari luar itu. Suara di luar tidak terpengaruh," kata dia.
Kapolda kemudian mengimbau dua kelompok massa yang demonstrasi di depan gedung Jalan R. M. Harsono untuk membubarkan diri sebelum pukul 18.00 WIB.
"Jam enam harus selesai, dan kemarin sudah dilaksanakan yah begitu," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sudah Berjalan Bertahun-tahun! Bareskrim Gerebek Home Industry Kosmetik Bermerkuri di Cirebon
-
Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Pemerintah RI Atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Surat Permintaan THR Mengatasnamakan Polres Tanjung Priok Beredar, Kapolres Tegaskan Ini Palsu!
-
Seskab: Surat Duka Cita Gugurnya Ali Khamenei Ditulis Prabowo untuk Presiden Iran
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman
-
Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
-
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
-
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004