Suara.com - Sebanyak 87 anggota polisi yang mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan keluarga pengusaha Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur mendapatkan piagam penghargaan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja jajarannya. Pengungkapan kasus tersebut terbilang sangat cepat.
"Anggota dapat mengungkap kasus ini bukan hitungan minggu atau bulan, tapi dalam hitungan jam dan hari," kata Tito usai memberikan penghargaan di Polda Metro Jaya, Rabu (18/1/2017).
Menurutnya kasus perampokan sadis yang telah menelan enam korban jiwa itu juga sudah banyak menjadi sorotan masyarakat Indonesia.
"Ini pemberitaan sudah masuk nasional," kata dia.
Tito juga mengatakan penghargaaan tersebut juga merupakan salah satu progam di Korps Bhayangkara yang dipimpinnya dalam menerapkan reward dan punishment dalam penanganan sebuah perkara tindak pidana.
"Ini sebagai program saya juga sebagai pemimpin Polri dimana saya akan konsisten menerapkan reward dan punishment," kata Tito.
Sebelumnya, polisi telah ringkus komplotan perampok di rumah Dodi di Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur. Mereka adalah Ramlan alias Porkas, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga dan Ius Pane. Dari penangkapan para pelaku, polisi telah menembak mati Ramlan yang menjadi pimpinan mereka.
Dari aksi perampokan di kediaman Dodi, komplotan bandit ini menyekap 11 orang di kamar mandi berukuran kecil sehingga menewaskan enam korban dan lima korban lainnya selamat.
Baca Juga: Setelah Dua Bandit Pulomas Sehat, Polisi Gelar Rekonstruksi Total
Enam orang meninggal dunia yaitu Dodi, dua anaknya Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista Putri Pahlevi atau Amel (10 tahun, teman Dianita), Sugiyanto, dan Tasrok (40). Sugiyanto dan Tasrok adalah supir. Sedangkan, lima korban yang selamat, masing-masing bernama Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak ketiga Dodi), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy.
Berita Terkait
-
Setelah Dua Bandit Pulomas Sehat, Polisi Gelar Rekonstruksi Total
-
Ius Pane Punya Istri dan Anak Lelaki, Mereka Belum Jenguk di Sel
-
Polisi Purwakarta Ikut Periksa Ius Pane Kasus Perampokan
-
Usai Merampok di Rumah Dodi, Ius Pane Kebagian Rp3 Juta
-
Ius Pane Tahu Enam Korbannya Meninggal Lewat TV, Dia Menyesal
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus