Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pusat kekuatan pasukan Angkatan Udara yang terpusat di pulau Jawa akan disebar ke daerah-daerah terpencil seperti perbatasan. Hal ini untuk mendukung pembangunan nasional dari wilayah pinggiran dan memperkuat pertahanan negara.
"Pusat kekuatan seperti Matra Udara di Jawa ada di Halim, Jogja, Madiun, dan Malang. Itu perlu disebar (ke darah perbatasan di luar pulau Jawa)," kata Gatot usai serah terima jabatan KASAU di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/1/2017).
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan kajian di setiap matra, yakni angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara untuk gelar pasukan di daerah-daerah terluar serta membangun pangkalan militer di wilayah perbatasan.
"Kami sedang membuat kajian untuk tiap Matra, Februari nanti selesai dan disampaikan kepada Pemerintah. Keputusan di tangan Pemerintah, semisal pengembangan Lanud (pangkalan Udara) Morotai sedang dikaji seksama," ujar dia.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di kantor Presiden Jakarta beberapa waktu lalu memerintahkan agar dilakukan gelar pasukan TNI di wilayah-wilayah terpencil dan merata. Hal ini guna mendukung program pembangunan nasional dari wilayah pinggiran untuk menghadapi persaingan global.
Tag
Berita Terkait
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi
-
Militer Jadi Petani Hingga Pejabat, Doktrin Pertahanan Negara Sedang Disalahgunakan?
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban