Suara.com - Tim Calon Gubernur Anies Baswedan dan calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno menilai tuduhan dugaan korupsi yang disampaikan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) kepada Anies cenderung politis.
Wakil Ketua Media Center Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengatakan pihaknya merasa terancam dengan tuduhan korupsi. Tuduhan tersebut untuk menjatuhkan elektabilitas Anies-Sandi.
"Elektabilitas keduanya tidak pernah turun dan selalu menanjak. Ini ancaman," kata Naufal usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Selasa (31/1/2017).
Ketika melakukam aksi unjuk rasa di KPK, Senin (30/1/2017) kemarin, massa pendemo yang menamakan diri Kamared menuduh Anies telah menerima uang sebesar Rp5 miliar terkait proyek Very Small Aperture Terminal.
Itu adalah proyek komunikasi jarak jauh berbasis satelit di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tuduhan tersebut juga disampaikan melalui pers rilis ketika Kamerad berdemo.
"Dia (Kamerad) menuduh Anies menerima uang Rp5 M, periode tidak jelas dan menyatakan tahun 2012," kata dia.
Menurutnya tuduhan tersebut cenderung sebagai bentuk kampanye hitam yang sengaja ditujukan untuk memojokkan tim pasangan nomor 3 yang diusung Partai Gerindra dan PKS.
"Kalau kampanye hitam seperti yang dilakukan Haris ini tidak bisa ditoleransi. Ini merusak demokrasi sehingga kita lawan," katanya.
Terkait tuduhan tersebut, mereka melaporkan Ketua Kamerad Haris Pertama. Dalam laporannya yang tercantum dengan nomor LP/526/11/2017/PMJ/Dit.Reskrimum, mereka menyangkakan Haris melanggar Pasal Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Pasal 311 KUHP tentang Fitnah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat