Suara.com - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan adanya pelaporan terhadap Ketua Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama ke Polda Metro Jaya, oleh tim kuasa hukumnya, Selasa (31/1/2017). Anis yang meminta Haris dipolisikan.
"Ini pencemaran nama baik. Jadi ya kita counter saja secara hukum. Itu mewakili saya," kata Anies saat kampanye di Jalan Rorotan II, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017).
Kata Anies, karena yang dilakukan oleh Kamerad terhadap dirinya adalah fitnah, maka tidak dapat dibiarkan. Kalau ada fitnah dibiarkan, maka seperti memberi izin kepada orang lain melakukan fitnah.
"Jadi kalau ada yang melakukan fitnah maka kita akan melakukan tuntutan secara hukum. Ini negeri hukum, jadi kalau ada yang melakukan tindakpidana yang kita rasakan betul di fitnah-fitnah, jadi kita akan laporkan," ujar pasangan Sandiaga Uno.
Menurut Anies, sedikitpun dirinya tidak melakukan kesalahan. Ia mengaku tidak tahu-menahu dengan yang dituduhkan organisasi Kamerad kepadanya.
"Saya sendiri tidak tahu apa urusannya sehingga tahu-tahu dilaporkan kepada KPK. Karena itu kita laporkan, jadi intinya itu saja kita akan lakukan jalur hukum, agar di proses mereka yang menyebarkan berita bohong, berita fitnah," tutur Anies.
Anies mengatakan tidak tahu motif pelaporan tersebut.
"Kalau dia laporkan pakai demo ya itu apa gitu," kata Anies.
Diketahui, Senin (30/1/2017) kemarin, tersebar undangan kepada media yang mengatasnamakan organisasi Kamerad. Dalam undangan tersebut, dikatakan, organisasi Kamerad akan melaporkan demonstrasi sekaligus melaporkan Anies ke Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga menerima fee dari proyek VSAT (Very Small Aperture Terminal).
Baca Juga: Anies Dituduh Terima Fee Rp5 Miliar, Pengacara Meradang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat