Suara.com - Sedikitnya 13.000 oprang tawanan perang Presiden Suriah Bashar al Assad dihukum gantung dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Hal ini seperti diungkap Badan Amensti Internasional yang disampaikan politisi sekaligus mantan Wali Kota London Boris Johnson.
"Mual rasanya mendengar laporan Badan Amnesti Internasional soal eksekusi di Suriah. Assad bertanggung jawab atas begitu banyak kematian di sana, dan dia tak memiliki masa depan sebagai seorang pemimpin," tulis Johnson di Twitter.
Sementara itu, Hamid, salah satu tawanan perang yang berhasil melarikan diri membeberkan kekejaman penjara Assad. Sebelum dieksekusi, seluruh tahanan digiring ke lantai bawah penjara.
"Saat menempelkan telinga ke lantai, terdengar suara gemericik air. Di situ (basement) tahanan digantung," kata Hamid seperti dikutip laman Dailymail.
Tawanan tersebut kemudian dibuang dan dikubur di sebuah pemakaman massal yang berada tak jauh dari penjara.
Sekitar 20,000 tawanan lainnya mati akibat sakit dan kelaparan di penjara militer Saydnaya, sebelah utara Damaskus. Seperti dilansir Badan Kemanusiaan Inggris, tawanan Assad dijatuhi hukuman mati hanya lewat pengadilan yang hanya bergulir selama 3 menit. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran