Adian Napitupulu (kiri) dan Kolonel Inf. Edmil N. perwakilan dari Paspampres saat konfrensi pers perihal pengusiran Adian, di Jalan Cemara No19 ,Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/9). [suara.com/Rengga Satria]
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu menanggapi keluhan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono setelah rumah baru di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, didemo mahasiswa, berlebihan. Apalagi, menurut Adian, aksi tersebut hanya termasuk tindak pidana ringan. Ketimbang mengomentari kasus sekecil itu, menurut dia, Yudhoyono lebih baik menyoroti tindak pidana yang lebih besar.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Didik Mukrianto memandang kasus demonstrasi di rumah Yudhoyono dari sisi hukum. Menurut dia hukum harus ditegakkan tanpa memandang skala hukumannya.
"Pelanggar hukum dalam bentuk apapun harus ditindak secara tegas. Pelanggaran konstitusi dan UU adalah persoalan serius karena melawan hukum, merongrong eksistensi negara. Sebagai negara hukum, pemerintah tidak boleh menoleransi pembangkangan terhadap konstitusi dan UU serta negara Indonesia," kata Didik, Kamis (9/2/2017).
"Apabila ada orang yang melecehkan dan membangkang terhadap hukum negara, maka harus dilawan dan ditindak secara tegas," anggota Komisi III menambahkan.
Didik menegaskan pembangkang UU merupakan musuh bangsa dan rakyat karena akan mengikis eksistensi NKRI.
Dia menambahkan setiap warga negara mempunyai hak azasi dan dijamin konstitusi, terutama Yudhoyono yang merupakan mantan presiden.
Didik menyayangkan sikap anggota DPR yang terkesan malah menoleransi pembangkang UU.
"Sungguh memprihatikan kalau pejabat negara, anggota DPR menoleransi pelanggar dan pembangkang UU. Padahal dialah yang sesungguhnya membuat dan harus mengawasi penegakan standing kebenaran dan keadilan melalui pelaksanaan UU," katanya.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Didik Mukrianto memandang kasus demonstrasi di rumah Yudhoyono dari sisi hukum. Menurut dia hukum harus ditegakkan tanpa memandang skala hukumannya.
"Pelanggar hukum dalam bentuk apapun harus ditindak secara tegas. Pelanggaran konstitusi dan UU adalah persoalan serius karena melawan hukum, merongrong eksistensi negara. Sebagai negara hukum, pemerintah tidak boleh menoleransi pembangkangan terhadap konstitusi dan UU serta negara Indonesia," kata Didik, Kamis (9/2/2017).
"Apabila ada orang yang melecehkan dan membangkang terhadap hukum negara, maka harus dilawan dan ditindak secara tegas," anggota Komisi III menambahkan.
Didik menegaskan pembangkang UU merupakan musuh bangsa dan rakyat karena akan mengikis eksistensi NKRI.
Dia menambahkan setiap warga negara mempunyai hak azasi dan dijamin konstitusi, terutama Yudhoyono yang merupakan mantan presiden.
Didik menyayangkan sikap anggota DPR yang terkesan malah menoleransi pembangkang UU.
"Sungguh memprihatikan kalau pejabat negara, anggota DPR menoleransi pelanggar dan pembangkang UU. Padahal dialah yang sesungguhnya membuat dan harus mengawasi penegakan standing kebenaran dan keadilan melalui pelaksanaan UU," katanya.
Menurut didik aksi mendatangi rumah mantan presiden tanpa sepengetahuan polisi berpotensi membahayakan keselamatan.
"Gerudukan segerombolan orang ke kediaman Presiden RI Ke-6 tanpa pemberitahuan pihak yang berwenang adalah perbuatan illegal yang harus ditindak dengan tegas. Bahkan aparat kepolisian harus menangkap otak dibalik gerudukan orang tersebut. Ungkap dengan terang benderang, oknum-oknum yang mempolitisasi gerudukan orang-orang itu. Saya yakin ada motif politik yang dilakukan untuk menebar kebencian, kedengkian dan fitnah dengan cara-cara yang tidak beradab kepada tokoh negarawan Indonesia Presiden RI ke 6, Bapak SBY," kata Didik.
"Gerudukan segerombolan orang ke kediaman Presiden RI Ke-6 tanpa pemberitahuan pihak yang berwenang adalah perbuatan illegal yang harus ditindak dengan tegas. Bahkan aparat kepolisian harus menangkap otak dibalik gerudukan orang tersebut. Ungkap dengan terang benderang, oknum-oknum yang mempolitisasi gerudukan orang-orang itu. Saya yakin ada motif politik yang dilakukan untuk menebar kebencian, kedengkian dan fitnah dengan cara-cara yang tidak beradab kepada tokoh negarawan Indonesia Presiden RI ke 6, Bapak SBY," kata Didik.
Komentar
Berita Terkait
-
Mengintip Sisi Personal Presiden dalam Buku Pak Beye dan Keluarganya
-
SBY Wanti-wanti Konflik Iran vs AS-Israel Merembet Jadi Perang Dunia III
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
-
Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Praperadilan Ditolak, Kubu Yaqut Sebut Hakim Hanya Menyoroti Alat Bukti
-
Zionis Kiamat! Warga Israel Kocar Kacir Dihujani Rudal
-
Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan
-
Ikuti Jejak Eggi Sudjana, Tersangka Rismon Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi
-
Durasi Perang Iran Tidak Pasti, Donald Trump Plin-plan?
-
12 Hari Serangan AS-Israel ke Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, 10.000 Target Diklaim Dibom
-
HUT ke-12 Suara.com, Menteri HAM Natalius Pigai: I Love You, Tetaplah Kritis dan Imparsial
-
Ultah ke-12, Deretan Karangan Bunga Pejabat hingga BUMN Penuhi Kantor Baru Suara.com di Palmerah
-
Zionis Israel Makin Tersiksa dengan Rudal Iran, Tidur Makin Tak Nyenyak Takut 'Lewat' Mendadak
-
Laporan Media Asing Ungkap Jumlah Korban Ledakan di Bandara Internasional Dubai