Suara.com - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir mengakui terlibat menggalang dana dari umat melalui rekening Yayasan Keadilan untuk Semua untuk membiayai aksi 2 Desember di Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Dia menyebut dana tersebut sebagai sedekah.
"Kan orang Indonesia yang bersedekah lillahita'ala. Pokoknya kepentingan mereka ke akhirat saja dan ini bela Islam. Nah, jadi framenya itu jangan dilihat semata-mata uangnya saja, ini ada umat Islam sangat ingin membela agamanya," kata Bachtiar di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).
Dia kemudian menjelaskan kenapa GNPF MUI memakai nomor rekening Yayasan Keadilan untuk Semua. Dia mengatakan ketika itu GNPF belum memiliki rekening sendiri.
Bachtiar mengatakan GNPF meminjam rekening yayasan agar dapat dikontrol.
"Karena kami sebuah panitia ad hoc GNPF, kami tidak bisa bikin rekening begitu saja. Akhirnya kami melakukan semacam kerjasama secara lisan meminjam rekening Yayasan supaya sumbangan dapat dikontrol, ada badan hukum dan tidak kosong," ujar dia.
Hari ini, Bachtiar berada di Bareskrim untuk diperiksa sebagai saksi dugaan kasus penyalahgunaan dana umat yayasan keadilan.
Pengacara Bachtiar, Kapitra Ampera, mempertanyakan pokok perkara dugaan pencucian uang yang dituduhkan Bareskrim kepada Bachtiar.
"Perkara pokoknya mana, siapa tersangkanya? Pemindahan rekening ke yayasan ini dilarang kepada dewan pembina, dewan pendiri, dewan pengawas dalam struktur Yayasan Keadilan Untuk Semua. Ustadz Bachtiar Nasir ini tidak jadi pengurus, tidak pendiri, tidak pengawas, jadi tidak ada undang-undang yang dilanggar," kata dia.
Bachtiar dipanggil berdasarkan surat panggilan bernomor S Pgl/368/II/2017/Dit Tipideksus tertanggal 6 Februari 2017 yang ditandangani oleh Kasubdit III TPPU Bareskrim Polri, Kombes Roma Hutajulu.
Perkara ini sudah masuk dalam tahap penyidikan, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
-
Fokus Kerja Dulu: Meski Didukung Relawan, Prabowo Kirim Pesan Mengejutkan Jelang Pemilu 2029
-
Jadwal Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Perjalanan Balik ke Ibukota Juga Gratis
-
Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer