Suara.com - Relawan kemanusiaan Muhammad Husein akhirnya memutuskan untuk kembali ke Tanah Air setelah belasan tahun tinggal di Jalur Gaza, Palestina.
Setibanya di Indonesia, Husein menceritakan sejumlah hal yang terjadi di wilayah konflik tersebut. Termasuk soal dikepung dan diserangnya Rumah Sakit Al Shifa oleh tentara Israel.
Untuk diketahui, pasukan darat Israel dengan tank-tank mereka telah mengepung RS Al Shifa. Bahkan belum lama ini mereka mengumumkan kemenangan karena telah berhasil menduduki rumah sakit tersebut, yang secara otomatis mengusir semua korban yang dirawat dan mengungsi di sana.
Saat dikepung itulah, menurut Husein, membuat warga Gaza melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan diri. Termasuk membuat kuburan massal di dalam rumah sakit karena tidak boleh keluar untuk memakamkan korban jiwa.
“Yang parahnya di RS Al Shifa, karena nggak bisa keluar karena dikepung tank baja, mereka membuat kuburan massal di dalam area rumah sakit,” ucap Husein saat berbincang dengan Ustaz Bachtiar Nasir, dikutip pada Jumat (17/11/2023).
“Jadi mereka bongkar itu paving block, mereka buat lubang, dan mereka kuburkan secara massal,” sambungnya.
“Jadi wilayah parkiran itu dijadikan pemakaman massal?” tanya Bachtiar memastikan.
“Iya,” tegas Husein.
Sebelumnya, RS Al Shifa yang merupakan rumah sakit terbesar di Kota Gaza sudah mendirikan tenda untuk meletakkan jenazah para korban jiwa yang timbul akibat agresi militer oleh Israel.
Baca Juga: Profil Osama bin Laden: Suratnya untuk AS Kembali Viral, Bawa-bawa Israel
“Terakhir saya ke sana, mereka sudah membangun tenda-tenda karena kamar jenazah tidak sanggup menampung jadi mereka meletakkan korban-korban syahid itu di tenda itu. Tanpa pendingin Ustaz, panas, (tapi) saya masuk nggak ada bau bangkai,” terang Husein.
Cerita Husein ini sontak membuat Bachtiar terperangah, sebab normalnya jenazah makhluk hidup akan membusuk seiring dengan berjalannya waktu. Pembusukan bahkan bisa berjalan lebih cepat apabila jenazah tidak disimpan di tempat memadai seperti dilengkapi pendingin.
Namun menurut Husein, yang tercium di dalam tenda-tenda jenazah itu adalah aroma anyir darah yang tentu berasal dari luka-luka akibat ledakan bom dan senjata Israel.
“Banyak mayat di situ, memang ada bau darah, amis itu wajar, tapi nggak ada bau bangkai. Allahualam (berapa lama meninggalnya), karena kan itu ada proses identifikasi. Jadi orang itu datang mengidentifikasi ini siapa kan perlu waktu juga. Enggak udah nggak ada AC, itu di luar, di halaman, dibuat tenda putih,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Profil Osama bin Laden: Suratnya untuk AS Kembali Viral, Bawa-bawa Israel
-
Keuangan Israel Tekor Imbas Perang, Utang dan Defisit Anggaran Meningkat
-
Zionis Kena Jebakan Hamas, Dokter Al Shifa: Dengar Suara Takbir Pejuang Diiringi Rintihan Tentara Israel
-
Umat Buddha Gelar Doa Bersama di Candi Borobudur untuk Perdamaian Palestina
-
RS Al Shifa Bangun Tenda Buat Tampung Jenazah, Husein: Tapi Enggak Bau Bangkai
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak