Suara.com - Pengurus Forum Umat Islam (FUI) sekaligus koordinator lapangan aksi 212 Jilid II, Bernard Abdul Jabbar menjamin demo di Gedung DPR/MPR, Selasa (21/2/2017) besok berlangsung damai.
"Forum Umat Islam sebagai penanggung jawab acara ini tidak bertanggung jawab terhadap apa-apa yang sudah muncul dan ini sebagai klarifikasi kami dari Forum Umat Islam bahwa aksi kita ini adalah aksi damai dan tidak benar kalau kita akan menduduki atau menguasai gedung DPR MPR," kata Bernad saat menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/2/2017).
Pernyataan Bernard sekaligus membantah isu yang berkembang di media sosial jika pendemo akan merangsek masuk untuk menduduki gedung dewan agar mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberhentikan sementara karena sudah menyandang status terdakwa dalam kasus penodaan agama.
"Kami perlu untuk juga menerangkan bahwa viral viral di media sosial yang mengatakan dan tersebar luas bahwa atau revolusi siap-siap perang siap-siap DPR MPR kemudian robohkan daripada pagar-pagar DPR itu tidak benar dan kami tidak bertanggung jawab terhadap hal-hal yang kemudian ada bergulir di media sosial ya," kata dia.
Dia juga mengimbau agar massa pendemo tidak merusak sarana dan prasarana ketika mereka menyampaikan aspirasi di gedung DPR. Dia menegaskan apabila ada tindakan pengurusakan, maka hal tersebut bukan bagian dari aksi 212 Jilid II.
"Karena itu (gedung DPR/MPR) adalah rumah kita, kenapa kita harus kita rusak dan itu akan kemudian berseberangan dengan logika kita menghancurkan rumah kita sendiri dan itu tidak benar," katanya.
Dia pun akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan apabila ada pihak-pihak yang mengganggu keamanan dan ketertiban ketika aksi tersebut berlangsung.
"Kalaupun ada pihak-pihak nanti yang akan melakukan hal-hal yang di luar sepengetahuan kami, maka kami serahkan kepada pihak keamanan untuk menindak ataupun sesuai dengan prosedur keamanan yang sudah ada. Artinya kami pun tidak bertanggung jawab apabila ada kelompok-kelompok lain yang berusaha untuk mengadakan (aksi anarkistis)," katanya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowow Argo Yuwono juga meminta perwakilan FUI untuk bisa ikut mengamankan adanya aksi penyampaian pendapat di muka umum di gedung dewan tersebut.
Baca Juga: Irman Gusman Dicabut Hak Politiknya
"Mohon untuk juga membantu untuk membuat acara ini lancar di itunya tetap aja lancar dan kemudian yang yang kedua diharapkan tidak ada pelanggaran-pelanggaran telah sudah sampaikan. Pertama adalah misal (tidak membawa) sajam (senjata tajam), kedua adalah merusak ketertiban umum dari salahnya merusak fasilitas umum, yang ketiga adalah mengganggu di depan umum kita ikut ikut membantu itu jangan sampai terjadi," kata Argo.
Terkait adanya permohonan gelaran aksi dari perwakilan FUI. Argo juga meminta agar massa pendemo yang berunjuk rasa bisa mentaati kesepakatan, jika aksi tersebut harus segera selesai pukul 18.00 WIB.
Dari keterangan polisi, estimasi massa yang akan hadir dalam aksi tersebut ada sebanyak 10 ribu orang. Tak hanya mendesak Ahok untuk dicopot. Mereka juga mendesak adanya kriminaliasi terhadap para ulama dalam berbagai kasus yang ditangani pihak kepolisian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN