Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al-Khatthath bertemu Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas, dll [suara.com/Bagus Santosa]
Forum Umat Islam dan sejumlah organisasi mendatangani pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat untuk memberitahukan rencana demonstrasi di DPR pada Selasa (21/2/2017). Isu utama yang akan mereka angkat yaitu menuntut pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan gubernur Jakarta karena statusnya sudah terdakwa.
"Kami ingin sampaikan, besok akan ada aksi. Jadi sekaligus ini, kami mau kulonuwun, Besok akan ada massa besar, insya Allah aman. Tujuannya pencopotan gubernur sesuai dengan tuntutan dari massa yang datang. Mohon diizinkan. Ini supaya wakil rakyat nggak kaget," kata Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al-Khatthath dalam pertemuan dengan pimpinan dewan, hari ini.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas, Moreno Suprapto, dan Muhammad Syafe'i.
Setelah selesai cuti kampanye, pada sabtu (11/2/2017), Ahok kembali menjadi gubernur Jakarta.
Menurut Al-Khatthath hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurut dia terdakwa seharusnya diberhentikan untuk sementara.
"Setahu kami UU Pemda itu, kalau yang namanya kepala daerah terdakwa itu langsung dinonaktifkan, contoh Gubernur Banten Ratu Atut. Karena itu kami menyampaikan agar pimpinan DPR bisa menyampaikan aspirasi kami agar terdakwa BTP harus dinonaktifkan," katanya.
Al-Khatthath mengatakan Ahok harus ditahan karena tak hanya sekali melecehkan Al Maidah ayat 51. Al-Khatthath menyinggung rekaman pernyataan Ahok yang beredar di media sosial yang menyebutkan: 'kita akan bikin Wifi Al Maidah 51, password-nya kafir.'
"Dan itu dikatakannya sambil cekikikan, pakai pakaian dinas. Karena itu, kami minta untuk segera menahan yang bersangkutan selama masa persidangan," kata dia.
"Kami minta pemimpin DPR agar berkomunikasi dengan Mahkamah Agung, bagaimana memberikan lampu hijau kepada majelis hakim untuk menahan yang bersangkutan. Kalau tidak ini akan mengulang-ulang. Bahkan Ahok sdah melakukan penghinaan ulama, Rais Aam, Ma'ruf Amin," Al-Khatthath menambahkan.
Isu lain yang akan diangkat dalam demonstrasi besok ialah kasus hukum yang menjerat Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir dan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab serta Sekretaris Jenderal FPI Munarman.
"Terkait tindakan Polri yang kami menilai dan merasakan, ada langkah yang kurang beres terhadap ulama sebagai langkah kriminalisasi. Baik pada Habib Rizieq, Munarman, Bachtiar Nasir, bahkan merembet ke Adiyan Husnaeni yang tidak tahu menahu tapi dirembet-rembetkan, bagaimana sebuah infak itu dikaitkan dengan pidana pencucian uang," ujar dia.
Al-Khaththath mengatakan aksi berok akan diselenggarakan mulai pukul 08.00 WIB. Aksi akan dilakukan dengan dzikir, tausiah, dan baca Al Quran. Perwakilan massa rencananya akan diterima pimpinan DPR.
"Dan akan sangat mulia kalau pimpinan DPR memberikan izin solat subuh dari peserta aksi yang datang dari luar kota," kata dia.
"Kami ingin sampaikan, besok akan ada aksi. Jadi sekaligus ini, kami mau kulonuwun, Besok akan ada massa besar, insya Allah aman. Tujuannya pencopotan gubernur sesuai dengan tuntutan dari massa yang datang. Mohon diizinkan. Ini supaya wakil rakyat nggak kaget," kata Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al-Khatthath dalam pertemuan dengan pimpinan dewan, hari ini.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas, Moreno Suprapto, dan Muhammad Syafe'i.
Setelah selesai cuti kampanye, pada sabtu (11/2/2017), Ahok kembali menjadi gubernur Jakarta.
Menurut Al-Khatthath hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurut dia terdakwa seharusnya diberhentikan untuk sementara.
"Setahu kami UU Pemda itu, kalau yang namanya kepala daerah terdakwa itu langsung dinonaktifkan, contoh Gubernur Banten Ratu Atut. Karena itu kami menyampaikan agar pimpinan DPR bisa menyampaikan aspirasi kami agar terdakwa BTP harus dinonaktifkan," katanya.
Al-Khatthath mengatakan Ahok harus ditahan karena tak hanya sekali melecehkan Al Maidah ayat 51. Al-Khatthath menyinggung rekaman pernyataan Ahok yang beredar di media sosial yang menyebutkan: 'kita akan bikin Wifi Al Maidah 51, password-nya kafir.'
"Dan itu dikatakannya sambil cekikikan, pakai pakaian dinas. Karena itu, kami minta untuk segera menahan yang bersangkutan selama masa persidangan," kata dia.
"Kami minta pemimpin DPR agar berkomunikasi dengan Mahkamah Agung, bagaimana memberikan lampu hijau kepada majelis hakim untuk menahan yang bersangkutan. Kalau tidak ini akan mengulang-ulang. Bahkan Ahok sdah melakukan penghinaan ulama, Rais Aam, Ma'ruf Amin," Al-Khatthath menambahkan.
Isu lain yang akan diangkat dalam demonstrasi besok ialah kasus hukum yang menjerat Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir dan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab serta Sekretaris Jenderal FPI Munarman.
"Terkait tindakan Polri yang kami menilai dan merasakan, ada langkah yang kurang beres terhadap ulama sebagai langkah kriminalisasi. Baik pada Habib Rizieq, Munarman, Bachtiar Nasir, bahkan merembet ke Adiyan Husnaeni yang tidak tahu menahu tapi dirembet-rembetkan, bagaimana sebuah infak itu dikaitkan dengan pidana pencucian uang," ujar dia.
Al-Khaththath mengatakan aksi berok akan diselenggarakan mulai pukul 08.00 WIB. Aksi akan dilakukan dengan dzikir, tausiah, dan baca Al Quran. Perwakilan massa rencananya akan diterima pimpinan DPR.
"Dan akan sangat mulia kalau pimpinan DPR memberikan izin solat subuh dari peserta aksi yang datang dari luar kota," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi