Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq mengatakan, Indonesia sangat berpeluang mengambil peran sebagai mediator dalam mewujudkan rekonsiliasi isu Palestina yang hingga kini masih mengalami kebuntuan.
Dalam wawancara menjelang pelaksanaan Konferensi Internasional Untuk Mendukung Gerakan Intifada Palestina yang diselenggarakan oleh pemerintah Republik Islam Iran di Teheran pada 21-22 Februari, 2017, Mahfudz menjelaskan bahwa dirinya pernah berdiskusi dengan Parlemen Palestina dan Presiden Mahmoud Abbas serta Perdana Menteri Ismail Haniyah mengenai isu rekonsiliasi.
"Pada dasarnya semua sepakat untuk mewujudkan rekonsiliasi tersebut," ujarnya seraya menambahkan bahwa upaya rekonsiliasi tidak dapat dilakukan tanpa ada bantuan mediasi dari pihak ke tiga," kata Mahfudz.
"Kita tahu bahwa mediasi dari Mesir tidak jelas kelanjutannya, dan saya melihat Indonesia punya posisi bagus di kalangan politik dan masyarakat Palestina," sambungnya.
Mahfudz pun menjelaskan bahwa Indonesia sangat mungkin mengambil posisi pihak ketiga dalam melaksanakan rekonsiliasi tersebut, karena tak ada satu pun faksi di Parlemen Palestina yang keberatan.
"Jadi menurut saya yang dibutuhkan sekarang adalah langkah dan inisiasi nyata dari pemerintah Indonesia untuk melakukan komunikasi dengan pihak Palestina dalam rangka memulai mediasi yang saat ini terhenti sama sekali," ujar Mahfudz.
Menurut dia, pemerintah Indonesia tidak perlu menunggu kelanjutan upaya mediasi dari Mesir karena negara itu sedang menghadapi masalah domestik yang cukup pelik.
"Terwujudnya rekonsiliasi menjadi pra syarat untuk menyelesaikan masalah lain di Palestina," tegas Mahfudz.
Dia menyarankan agar Presiden RI menunjuk utusan khusus guna bertemu dengan Presiden dan Perdana Menteri Palestina, serta kekuatan-kekuatan politik dan tokoh-tokoh formal, untuk membicarakan ide rekonsiliasi itu.
"Nantinya ide ini akan digodok oleh Indonesia sebagai mediator. Proposal menjadi mediator ini harus secara resmi disampaikan oleh Presiden Indonesia kepada Presiden Mahmoud Abbas," kata Mahfudz. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi
-
Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran
-
Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi
-
Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO
-
Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung
-
Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi
-
Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon
-
WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?
-
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya