Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas Provinsi Sumatra Utara di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/2). [Antara]
Tokoh-tokoh yang tergabung dalam Komunike Bersama Alumni Kelompok Cipayung bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Mereka menyampaikan gagasan untuk mengatasi persoalan bangsa.
"Mencermati perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini, kami alumni kelompok Cipayung sebagai bagian dari anak bangsa menyampaikan pokok-pokok pikiran," kata Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah kepada wartawan di komplek Istana.
Dia mengungkapkan beberapa hal yang disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala Negara, pertama tentang tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara harus berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu sebabnya, Alumni Kelompok Cipayung mendukung rencana pemerintah membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pemantapan Pancasila.
"Kami Alumni Cipayung mendukung penuh langkah tersebut sebagai komitmen kita dalam mewujudkan cita-cita bangsa," ujar dia.
Kedua, praktik demokrasi politik yang dilakukan saat ini membuka peluang terjadinya artikulasi politik ekstrim, seperti liberalisme, fundamentalis, komunisme, sektarianisme, radikalisme, terorisme, serta ajaran yang bertentangan dengan Pancasila. Penyimpangan praktik demokrasi, kata dia, menimbulkan politisasi SARA dan fenomena hoax di masyarakat.
"Karena itu diperlukan langkah-langkah evaluatif terhadap pelaksanaan sistem demokrasi kita saat ini agar sesuai dengan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Sesuai dengan prinsip Trisakti yakni berdaulat dalam bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam bidang budaya yang menjadi platform pemerintahan sekarang," tutur dia.
Ketiga, dinamika geopolitik global yang terus berkembang dinamis akan berimplikasi pada kehidupan bangsa Indonesia, hal ini tak terhindarkan sebagai konsekuensi Indonesia dalam pergaulan internasional yang menuntut harus cerdas dan cermat dalam melindungi kepentingan nasional.
"Fenomena transnasional crime seperti narkoba, ancaman proxy war dan bentuk kejahatan lintas batas lainnya harus jadi perhatian serius pemerintah," kata dia.
Keempat, seluruh kekayaan sumber daya alam harus dijadikan aset untuk kesejahteraan rakyat. Maka dari itu kemiskinan harus bisa dikurangi.
"Oleh karena itu kami mendukung langkah-langkah presiden untuk memperkuat kehadiran negara dalam pengelolaan sumber-sumber daya strategis dalam menjamin terwujudnya kemajuan bangsa, dan kesejahteraan rakyat termasuk mengakhiri hegemoni kapitalisme asing seperti PT. Freeport," kata dia.
Kelima, mendukung pemerintah mengambil kebijakan tegas terhadap segala upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Demikian komunike bersama ini kami nyatakan bagi kemakmuran rakyat, kemajuan bangsa, dan kepentingan nasional Indonesia," kata dia.
"Mencermati perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini, kami alumni kelompok Cipayung sebagai bagian dari anak bangsa menyampaikan pokok-pokok pikiran," kata Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah kepada wartawan di komplek Istana.
Dia mengungkapkan beberapa hal yang disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala Negara, pertama tentang tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara harus berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu sebabnya, Alumni Kelompok Cipayung mendukung rencana pemerintah membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pemantapan Pancasila.
"Kami Alumni Cipayung mendukung penuh langkah tersebut sebagai komitmen kita dalam mewujudkan cita-cita bangsa," ujar dia.
Kedua, praktik demokrasi politik yang dilakukan saat ini membuka peluang terjadinya artikulasi politik ekstrim, seperti liberalisme, fundamentalis, komunisme, sektarianisme, radikalisme, terorisme, serta ajaran yang bertentangan dengan Pancasila. Penyimpangan praktik demokrasi, kata dia, menimbulkan politisasi SARA dan fenomena hoax di masyarakat.
"Karena itu diperlukan langkah-langkah evaluatif terhadap pelaksanaan sistem demokrasi kita saat ini agar sesuai dengan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Sesuai dengan prinsip Trisakti yakni berdaulat dalam bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam bidang budaya yang menjadi platform pemerintahan sekarang," tutur dia.
Ketiga, dinamika geopolitik global yang terus berkembang dinamis akan berimplikasi pada kehidupan bangsa Indonesia, hal ini tak terhindarkan sebagai konsekuensi Indonesia dalam pergaulan internasional yang menuntut harus cerdas dan cermat dalam melindungi kepentingan nasional.
"Fenomena transnasional crime seperti narkoba, ancaman proxy war dan bentuk kejahatan lintas batas lainnya harus jadi perhatian serius pemerintah," kata dia.
Keempat, seluruh kekayaan sumber daya alam harus dijadikan aset untuk kesejahteraan rakyat. Maka dari itu kemiskinan harus bisa dikurangi.
"Oleh karena itu kami mendukung langkah-langkah presiden untuk memperkuat kehadiran negara dalam pengelolaan sumber-sumber daya strategis dalam menjamin terwujudnya kemajuan bangsa, dan kesejahteraan rakyat termasuk mengakhiri hegemoni kapitalisme asing seperti PT. Freeport," kata dia.
Kelima, mendukung pemerintah mengambil kebijakan tegas terhadap segala upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Demikian komunike bersama ini kami nyatakan bagi kemakmuran rakyat, kemajuan bangsa, dan kepentingan nasional Indonesia," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Jokowi Siap Hadir Tunjukan Ijazah di Persidangan Roy Suryo dan dr Tifa
-
Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Kuasa Hukum Sentil Dugaan Intervensi
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
-
Suasana Cair! Kaesang Guyon soal Foto Jokowi Rakorwil PSI Kaltim
-
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru