News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 07:52 WIB
Ilustrasi Jet Siluman milik China, Shenyang J-35 [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Angkatan Laut China resmi menamai jet tempur siluman Shenyang J-35 sebagai Blue Shark untuk memperkuat armada kapal induk.
  • Pesawat generasi kelima ini dirancang sebagai tandingan F-35C Amerika Serikat dengan fitur siluman dan sistem kapal induk modern.
  • China kini menjadi negara kedua yang mengoperasikan dua model jet tempur siluman setelah melalui tahap produksi serta pengujian.

Suara.com - China resmi memberi nama Blue Shark atau Hiu Biru pada jet tempur siluman angkatan laut terbarunya, Shenyang J-35.

Keputusan ini menandai langkah penting menuju integrasi operasional pesawat tersebut ke dalam armada tempur Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat.

Jet tempur generasi kelima itu dirancang untuk beroperasi dari kapal induk dan digadang-gadang menjadi tandingan China terhadap pesawat tempur siluman F-35C milik Amerika Serikat.

Kehadirannya menjadikan China negara kedua setelah AS yang memiliki dua model jet tempur siluman aktif, setelah sebelumnya mengoperasikan Chengdu J-20.

Ilustrasi Jet Siluman milik China, Shenyang J-35 [Istimewa]

J-35 memiliki kemampuan siluman tinggi berkat desain fuselage bersudut, ruang senjata internal, serta saluran masuk udara berbentuk S yang mengurangi jejak radar pesawat.

Pesawat ini juga dirancang khusus untuk operasi kapal induk modern seperti Fujian, dengan fitur sayap lipat, roda pendaratan yang diperkuat, kait pendaratan, serta sistem peluncuran katapel elektromagnetik.

Menurut laporan militer internasional, J-35 mampu membawa berbagai rudal canggih China seperti PL-15 dan PL-21, dengan radius tempur sekitar 1.200 kilometer dan bobot lepas landas maksimum mencapai 30 ton.

Meski sudah diproduksi dalam jumlah terbatas dan diuji di kapal induk, J-35 disebut belum sepenuhnya operasional dan masih berada dalam tahap produksi awal berintensitas rendah untuk pelatihan pilot serta penyempurnaan sistem.

Baca Juga: Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

Load More