Suara.com - Pemerintah akan memberantas ladang ganja seluas 482.000 hektar yang ada di Aceh, untuk kemudian menggantinya dengan tanaman pangan.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso yang ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa.
"Sejumlah kementerian dan lembaga saat ini berkoordinasi untuk menekan produksi ganja dari dalam negeri, khususnya dari Aceh sekitar 482.000 hektar luas ladangnya. Syukur-syukur nanti bisa menghilangkan semua tanaman ganja di Indonesia. Ini yang menjadi prioritas dan menjadi program Presiden," ujar pria yang kerap disapa Buwas itu.
Lahan-lahan ganja tersebut, lanjut dia, rencananya bakal diganti dengan tanaman pangan, di antaranya jagung, cabai, serta sebagian diubah menjadi ladang kopi dan coklat.
Menurut dia program ini juga kelak akan langsung diperkuat Kepala Negara dengan menghadirkan payung hukum berupa keputusan presiden.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menjelaskan alasan pemerintah menginisiasi program tersebut adalah karena persebaran ganja saat ini dinilai sudah meluas dan mengkhawatirkan.
"Masalah ganja bukan hanya ada di Aceh, tapi sudah merebak di beberapa daerah. Bahkan, Papua sekarang juga sudah memproduksi ganja," katanya.
Oleh karena itu, pemerintah kemudian memutuskan untuk memulai pemberantasan salah satu jenis narkoba ini, dari tahap produksi.
"Jadi tidak ada lagi menanam ganja. Tapi nanti programnya menanam yang lebih produktif, yang nilainya secara ekonomi memang menyejahterakan masyarakat," ujar Buwas. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media