Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyadari gaji petugas harian lepas dan petugas penanganan prasarana dan sarana umum di DKI Jakarta tidak sesuai dengan pekerjaannya.
Di hadapan perwakilan petugas PPSU (pasukan oranye), PHL Dinas Sumber Daya Air (pasukan biru) dan UPK Badan Air dalam acara silaturahmi bersama gubernur DKI, Ahok mengatakan akan berupaya meningkatkan kesejahteraan pegawai dengan cara melakukan sejumlah subsidi.
"Saya bilang ini nggak sesuai sama gajinya, kerja begitu berat," ujar Ahok saat menyampaikan kata sambutan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Gaji PHL dan petugas PPSU saat ini sebesar upah minimum provinsi DKI Jakarta, Rp3,3 juta. Gaji tersebut, kata Ahok, sangat jauh apabila dibandingkan dengan pekerja kasar di luar negeri.
"Di luar negeri kerja kasar ini paling dihargai. Saya mau menyampaikan ucapan terima kasih," kata Ahok.
Meski belum ada rencana menaikan gaji mereka, Ahok akan melakukan sejumlah subsidi untuk menopang keperluan hidup, diantaranya perumahan, pendidikan, transportasi, hingga menekan harga bahan pokok.
"Makanya kita urus perumahan, anaknya sekolah gratis. Beli sembako dengan harga pabrik. Supaya biaya hidupnya murah," kata Ahok.
Selain itu, Ahok juga mempersilahkan apabila ada PHL dan PPSU ingin melakukan wiraswasta di lahan milik pemerintah Jakarta.
Baca Juga: Ahok Minta PPSU Utamakan Keselamatan Kerja
"Kalau anda (PHL dan PPSU) berpikir mau usaha di lahan yang dikelola pemda, mau berhenti boleh juga. Kita tawarkan bisnis 80-20. Nggak selamanya kerja kasar melulu," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir