Suara.com - Sejak siang tadi, pendeta Max Evert Tangkudung diperiksa penyidik Badan Reserse Kriminal Polri. Pendeta Max diperiksa sebagai pelapor dalam perkara dugaan ancaman pembunuhan terhadap para pendeta dengan terlapor pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.
Apa tujuan pendeta dari Minahasa, Sulawesi Utara, melaporkan perkataan yang diduga disampaikan Rizieq yang kini beredar di Youtube?
"Sebenarnya poinnya adalah kami memberikan kepastian hukum kepada pendeta lainnya. Kemudian memberikan rasa nyaman dan aman terkait dengan ajakan atau seruan yang diduga dilakukan oleh Rizieq Shihab ini untuk membunuh pendeta-pendeta," kata Makarius usai mendampingi Pendeta Max diperiksa.
Dalam pemeriksaan tadi, kata Makarius, Pendeta Max mendapatkan sebanyak 14 pertanyaan dari penyidik.
"Ada tiga bagian yang diterangkan dalam YouTube itu yang sifatnya mengancam. Pertama, bunuh semua pendeta-pendeta, kedua, berani bunuh pendeta-pendeta, dan ketiga, berani habisin Kristen radikal. Tiga poin itu yang diterangkan Pak Max kepada penyidik , dan setelah diperlihatkan dalam Youtube itu, itu disampaikan di hadapan banyak orang , atau di muka umum, kemudian diatur terlihat faktanya, di belakang panggung ada betuliskan FPI," katanya.
Makarius mengatakan tujuan Pendeta Max melaporkan kasus tersebut ke polisi juga agar tokoh dari agama non Kristen juga mendapatkan rasa aman.
"Juga untuk ulama, pastor,biarawan, sehingga tidak ada lagi rasa takut. Seperti kejadian di Kupang itu, ketika yang bersorban mau turun, ketakutan dia, karena disana basis Kristen. Ini bukan diperhadap-hadapkankan,tapi kita tahu, ini negara hukum, dan ketika hak orang lain dilanggar, kita meminta perlindungan hukum kepada yang berwajib," kata Makarius.
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat