Suara.com - Maju di putaran kedua Pilkada Jakarta 2017, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat siap kembali menjalani cuti sebagi gubernur dan wakil gubernur Jakarta selama masa kampanye.
"Kami (Ahok-Djarot) ini kan selalu taat kepada aturan, kami selalu disiplin, baik disiplin pada aturan, pada waktu ya, oleh sebab itu otomatis kalau kami disuruh cuti, ya kami cuti," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/3/2017).
Djarot mengaku belum tahu siapa pelaksana tugas gubenur Jakarta yang akan memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama calon petahana menjalani cuti. Meski begitu, Djarot berharap pelaksana tugas gubernur DKI nanti orang yang sudah mengerti persoalan di Ibu Kota.
"Pelaksana tugas paling tidak sudah mengetahui apa program kerja kita, supaya tidak meraba-raba. Sehinggga tetap bisa lanjut, bisa melanjutkan kondisi disini," kata Djarot.
Saat ini Djarot masih menunggu surat Menteri Dalem Negeri Tjahjo Kumolo prihal penunjukan plt gubenur Jakarta selama Ahok-Djarot menjalani cuti untuk kampanye.
"Kita akan menunggu surat dari Kemendagri. Belum (ada suratnya)," kata Djarot.
Sebelumnya Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menegaskan calon gubernur dan calon gubernur DKI Jakarta petahana harus cuti selama masa kampanye Pilkada Jakarta 2017 putaran kedua yang dimulai 7 Maret.
"(Petahana) Harus cuti selama kampanye yang dimulai tiga hari pasca penetapan pasangan calon, yaitu tanggal 7 Maret 2017," kata Sumarno di usai Rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, keputusan itu berdasarkan Pasal 70 ayat 3 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah sehingga harus ditaati. Sumarno menjelaskan, format kampanye di putaran kedua hampir sama dengan di putaran pertama, namun tanpa rapat umum dan tidak ada alat peraga.
Baca Juga: Coblos Ahok saat Pilkada, Ijazah Anak Ibu Ini Ditahan Sekolah
Kampanye Pilkada Jakarta putaran kedua akan berlangsung, Selasa 7 Maret sampai dengan 15 April 2017. Pasangan Ahok - Djarot akan berhadapan Anies Baswedan - Sandiaga Uno.
Berita Terkait
-
Coblos Ahok saat Pilkada, Ijazah Anak Ibu Ini Ditahan Sekolah
-
Pendukung Militan Jokowi Bakal "All Out" Menangkan Ahok-Djarot
-
Muncul Spanduk Kuburan Tolak Jenazah Pro Ahok, Ini Kata Polisi
-
Projo Yakin Ahok Kalahkan Anies: Lewati Angka 54 Persen
-
Spanduk Boikot Jenazah Pro Ahok Paling Banyak di Jakarta Selatan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
-
Kuasa Hukum Bupati Jember Beberkan Hak Finansial Wabup Capai Hampir Setengah Miliar
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?