Suara.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengaku kesulitan menjadikan pimpinan FPI Rizieq Shihab sebagai tersangka. Rizieq terlibat kasus tudingan logo mirip palu arit di mata uang rupiah baru.
Untuk memperkuat bukti, polisi akan memeriksa sejumlah orang yang ikut mendengarkan ceramah Rizieq itu.
"Jamaahnya siapa? Kan harus kami buktikan itu siapa? Kalau dia (jamaah) ikut-ikutan, 'itu bukan saya' kan repot juga kami. Makanya tidak bisa secepatnya. Saat ini masih penyidikan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (6/3/2017)
Menurut Argo, saksi-saksi yang dianggap mengetahui ceramah Rizieq sebagaimana yang disebar akun Youtube FPI TV berjumlah banyak. Dia menilai keterangan yang disampaikan saksi ini sangat penting untuk bisa membuktikan isi ceramah Rizieq yang dianggap telah melakukan penghasutan dan ujaran kebencian.
"Nggak bisa dihitung sekian. Karena itu mengembang. Bagaimana kita menjaring semua untuk bisa membuktikan itu," kata dia.
Selain itu, Argo menyebutkan jika penyidik juga masih terus menghimpun keterangan ahli yang dilibatkan dalam kasus tersebut.
"Sudah beberapa lah yang kami mintai keterangan berkaitan itu. Termasuk ahli telematika, bahasa, macem-macam yang berkaitan dengan itu. Saksi ahli belum semua," katanya.
Argo menambahkan pemeriksaan saksi dan ahli dalam penyidikan kasus ini untuk membuktikan tuduhan yang disematkan kepada Rizieq. Pasalnya, Rizieq tetap menyangkal menyebar fitnah dan tuduhan sebagaimana dalam video ceramah yang diberedar di dunia maya.
"Kami harus bisa buktikan, kalau pembuktiannya sumir kan repot. Pokoknya jaring saksi ahli sebanyak mungkin tapi pelan-pelan. Kan banyak kasus atensi juga di masyarkat. Jangan sampai bolak balik berkasnya di kejaksaan," kata dia.
Baca Juga: Polisi Ngaku Sulit Jadikan Rizieq Tersangka 'Palu Arit Rupiah'
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV