Suara.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menegaskan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Kamis (9/3/2017), bukan sinyal untuk segera bergabung ke koalisi pendukung pemerintah.
"Bukan sinyal apa-apa. Itu hanya mendinginkan ketegangan. Kan Jokowi dapat masukan yang keliru dari kiri kanannya, jadi selalu curigai SBY. Nah, tadi itu SBY sudah blak-blakan," kata Yudhoyono.
Meskipun Demokrat tidak akan bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah, kata Mubarok, Dedmokrat tetap mengiringi jalannya pemerintahan.
Mubarok ingat dalam sebuah forum Partai Demokrat, Yudhoyono pernah mengatakan Demokrat harus membantu pemerintahan Jokowi sampai masa jabatan berakhir.
"Orang Pak SBY itu pernah dulu di forum resmi mengatakan 'kita harus bantu Pak Jokowi sampai akhir masa jabatan. Jangan pernah pikir jatuhkan Presiden di tengah jalan, ongkos sangat mahal.' Itu di depan forum partai, lho," kata Mubarok.
Mubarok mengatakan selama ini sebenarnya Yudhoyono selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan Jokowi demi kemaslahatan bangsa.
"Kepenginnya Pak SBY itu sering komunikasi. Tapi bukan karena meminta. Kalau minta kan bisa dimaknai macam-macam. Ya, seperti Jokowi bertemu Prabowo dan lain-lain itu," kata dia.
Lebih jauh Mubarok berani menjamin pertemuan tadi sama sekali tidak berhubungan dengan kepentingan untuk mendukung salah satu kandidat di pemilihan kepala daerah di Jakarta. Pilkada Jakarta diikuti pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"SBY bukan tipe nego-nego politik seperti itu," kata dia.
Soal pilkada, Mubarok menggambarkan dengan anatomi. Dia mengatakan pendukung pasangan yang dulu diusung Demokrat: Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni anatominya cenderung mendukung Anies-Sandiaga di pilkada putaran kedua. Sedangkan posisi Demokrat, kata dia, hanya sebagai penengah.
"Hanya sedikit sekali (pendukung Agus) yang ke Ahok," kata dia.
Setelah pertemuan dengan Jokowi, Mubarok belum mendengar apakah nanti akan dilanjutkan pertemuan berikutnya.
"Tidak ada pertemuan. Pertemuan tadi adalah untuk meredakan ketegangan. Sambung tali silaturahmi. Jadi nanti Jokowi bisa telepon langsung. Jokowi kan lama-lama belajar jugalah," kata dia.
Berita Terkait
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi