- Komando Pusat AS menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di Selat Hormuz menyusul ultimatum Trump, Selasa (10/3/2026).
- Ancaman militer lanjutan akan diterapkan jika Iran tidak segera menyingkirkan ranjau yang telah dipasang di jalur perairan krusial tersebut.
- Militer AS tengah mempertimbangkan opsi pengawalan kapal sipil karena aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti total.
Suara.com - Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan pada Selasa (10/3/2026) bahwa militer AS telah “menghancurkan” 16 kapal penebar ranjau angkatan laut Iran yang beroperasi di sekitar kawasan Selat Hormuz.
Tindakan militer ini berbarengan dengan desakan keras dari Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan agar ranjau jenis apa pun yang ditanam Iran di jalur perairan tersebut segera ditarik.
Dilansir dari Reuters, sebelumnya Trump juga sempat mengklaim bahwa pihak AS telah “menghancurkan sepenuhnya” 10 kapal penebar ranjau yang sudah tidak beroperasi.
Merespons laporan media mengenai langkah Iran yang mulai menebar ranjau di jalur distribusi minyak paling krusial di dunia itu, Trump memberikan ultimatum melalui akun Truth Social miliknya.
“Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut disingkirkan, SEGERA!” tulis Trump yang dikutip dari Reuters, Rabu (11/3/2026).
Trump juga mengancam akan ada konsekuensi militer lebih lanjut jika Iran tidak mengindahkan peringatan tersebut, meski tidak merinci bentuk tindakan yang dimaksud.
Lebih jauh, Trump mengatakan bahwa AS menggunakan teknologi pelacakan mutakhir, mirip dengan yang dipakai untuk memburu para penyelundup narkoba, guna menghilangkan secara permanen setiap kapal atau perahu yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz.
Dalam beberapa bulan terakhir, militer AS memang gencar melancarkan serangan terhadap kapal-kapal pembawa narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik Timur yang menewaskan puluhan orang.
Pada hari yang sama, Pentagon juga mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas penyimpanan dan armada kapal penebar ranjau milik Iran.
Baca Juga: Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz
Konflik terbuka antara AS-Israel melawan Iran ini secara praktis telah menghentikan aktivitas pelayaran di sepanjang pantai Iran di Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui oleh seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Opsi Pengawalan Kapal Masih Dipertimbangkan
Di tengah kelumpuhan Selat Hormuz, para petinggi militer AS sebenarnya tengah mengeksplorasi opsi untuk memberikan pengawalan bagi armada sipil.
“Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi di sana,” ungkap Jenderal Dan Caine kepada wartawan di Pentagon, dikutip dari Reuters, Rabu (11/3/2026).
Meskipun industri pelayaran hampir setiap hari mendesak adanya pengawalan militer, sumber terkait menyebut Angkatan Laut AS sejauh ini masih menolak permohonan tersebut.
Namun, sebuah misinformasi justru datang dari internal kabinet. Menteri Energi AS, Chris Wright, sempat membuat cuitan di platform X pada Selasa yang mengklaim bahwa Angkatan Laut AS telah berhasil mengawal sebuah kapal tanker minyak melintasi selat tersebut. Unggahan itu kemudian dihapus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda