Suara.com - Dukungan protes para petani pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah terus meluas sampai ke kalangan kampus. Para mahasiswa bedemo untuk mendukung mereka.
Sudah 8 hari para petani Kendeng berdemo di Jakarta. Mereka mengecor kakinya tanda protes aktivitas pertambangan gunung kapur di Kendeng sebagai bahan baku semen.
Mereka bedemo di depan Istana Kepresidenan mengirimkan pesan ketidaktegasan Presiden Joko Widodo. Mereka merasa dibelenggu pabrik semen di Rembang.
Semakin banyak jumlah orang-orang yang menyemen kakinya. Dari 10, 20, 40, hingga hari ini telah lebih dari 50 orang yang menyemen kakinya. Jumlah ini bisa terus bertambah selama Presiden Jokowi tetap tidak mau menemui warga dan menutup pabrik semen di Rembang.
“Dukungan akan terus mengalir kepada mereka yang tak lelah memperjuangkan hidup dan nasib anak cucu mereka,” kata pengacara publik LBH Jakarta yang mendampingi para petani, Matthew Lenggu dalam siaran persnya, Senin (20/3/2017).
Kata dia, hingga hari ini dukungan terhadap dulur-dulur petani Kendeng terus berdatangan, baik yang langsung datang ke Istana Negara, Gedung YLBHI, ataupun mereka yang melakukan aksi solidaritas di banyak daerah. Dukungan juga datang dari berbagai sektor, bukan hanya dari petani tapi juga datang dari buruh, mahasiswa, aktivis HAM, pecinta lingkungan, dan masih banyak lagi.
“Pernyataan Kepala Staf Presiden yang selalu mengulang angka Rp 5 triliun yang dihabiskan PT Semen hingga melupakan fakta pembangunan pabrik dilakukan dengan cara melanggar hukum dengan gamblang memperlihatkan keberpihakan Istana pada kekuatan modal. Seolah kepentingan pengusaha lebih tinggi dibanding kepatuhan terhadap hukum dan keselamatan warga pegunungan Kendeng. Kesungguhan warga Kendeng mempertahankan ruang hidupnya dan mata pencahariannya sebagai petani patut didukung oleh berbagai pihak,” papar Matthew.
Sementara itu perwakilan Mahasiwa UIN Jakarta, Rausyan mengajak seluruh elemen perjuangan untuk terus mendukung perjuangan dulur-dulur petani kendeng.
“Mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus bersolidaritas dengan melakukan aksi serupa di setiap kampusnya. Kami yakin perjuangan ini akan terus berlipat ganda selama perusakan lingkungan untuk kepentingan modal tetap berlangsung,” kata dia.
Baca Juga: Jatna Supriatna: Petaka Alam dari Semen Kendeng sampai Raja Ampat
“Perjuangan warga Kendeng yang menyemen kakinya dan akan terus bertahan di istana hingga Presiden jokowi menghentikan kesewenang-wenangan Gubenjur Jawa Tengah yang melakukan penyelundupan hukum dengan mengeluarkan ijin lingkungan bagi PT Semen Indonesia di Rembang harus terus kita dukung.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
Terkini
-
Film 'Avengers Endgame: Encore' Kapan Tayang di Indonesia? Cek Jadwal Resminya
-
Ulasan Agito Psychic War: Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Pembuktian Keadilan Tanpa Kekuatan Super
-
Di Saksikan Langsung Botok Cs, Habiburokhman Pastikan UU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026
-
Detective Conan: Fallen Angel of the Highway Rilis Jadwal Tayang di Indonesia
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Saksi Hidup Banjir Bandang Nepal: Semburan Lumpur Besar Langsung Terjang Kami
-
3 Pilihan Moisturizer Penghilang Bekas Jerawat Merah, Formula Calming sesuai Review Pengguna
-
Dorong Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Dianugerahi Bakti Koperasi Pradana Nayaka
-
Ramai Foto Profil Jadi Hitam Putih dengan Tagar Still Prabowo, Brief dari Siapa?
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!