Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengakui kesulitan memberantas komunitas-komunitas penjahat seksual terhadap anak, yang bergentayangan di dunia maya.
Pasalnya, kelompok-kelompok itu membuat laman-laman komunitas yang bersifat rahasia di banyak media sosial (medsos). Misalnya, laman komunitas kaum pedofilia yang tergabung di laman Facebook “Official Candys Group”.
”Grup pedofilia yang terbongkar polisi itu baru satu kasus. Banyak komunitas lain di medsos yang sulit terbongkar, karena laman mereka berstatus rahasia. Status seperti itu memang terdapat dalam pelayanan media sosial seperti Facebook.,” tutur Menkominfo Rudiantara di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).
Status laman komunitas di “dunia maya” yang rahasia itu, menyulitkan Kemenkominfo untuk melakukan pemblokiran. Kemenkominfo juga tidak bisa “memata-matai”seluruh komunitas di media sosial yang berstatus rahasia atau private, karena dinilai melanggar hak asasi manusia.
Rudi mengakui, Kemenkominfo baru bisa memblokir laman-laman kriminal seperti itu kalau kasusnya sudah terbongkar oleh aparat kepolisian.
Terkait kasus laman komunitas pedofil “Official Candys Group” di Facebook, Rudi mengapresiasi polisi yang cepat menindak.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun