Suara.com - Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) memeriksa mantan direktur utama PT Adhi Karya (Persero), Muhammad Saiful Iman.
Pemeriksaan terkait penjualan tanah milik negara seluas 4,8 hektare di Jalan Kalimalang Raya, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Saksi Muhammad Saiful Iman, telah memenuhi panggilan penyidik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M. Rum, di Jakarta, Senin (3/4/2017) malam.
Tanah seluas 4,8 hektare itu dijual kepada pengusaha bernama Hiu Kok Ming.
Saksi mantan dirut Adhi Karya itu menjelaskan penjualan tanah yang dilakukan pada 2007 oleh PT Adhi Karya kepada PT Adhi Realty sebagai anak perusahaan BUMN tersebut.
Sampai sekarang penyidik telah memeriksa 21 saksi dalam kasus itu, kata M. Rum.
Kasus penjualan tanah milik negara itu bermula dari persidangan di Pengadilan Negeri Bekasi yang memperkarakan Njio Tjat Tjin yang didakwa telah merugikan keuangan milik Hiu Kok Ming.
Terungkaplah jika Hiu Kok Ming itu telah membeli lahan 4,8 hektare dari Adhi Karya. Sedangkan Adhi Karya mendapatkan tanah itu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Negara sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN).
Dalam pembelian tanah itu kepada Adhi Karya sebesar Rp15,8 miliar, namun kemudian dirinya menjual kembali sebesar Rp77,4 miliar. (Antara)
Baca Juga: Aklamasi, Oesman Sapta Terpilih Sebagai Ketua DPD RI
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja
-
Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton
-
DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi
-
Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas
-
BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM
-
Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga
-
Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak
-
Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!
-
Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On