Nama Novel mulai menjadi buah bibir pada suatu malam di bulan Oktober 2012. Kala itu, sejumlah mantan temannya, sesama serdadu di Polri, menggeruduk kantor KPK dengan satu tujuan: ”menjemput” Novel.
Novel dianggap tak lagi loyal kepada korps baju cokelat tersebut, karena berani menggeledah Korps Lalu Lintas Polri. Saat itu, ia memimpin Kepala Satgas Kasus simulator SIM—korupsi kelas kakap saat itu. Bahkan, Novel yang cuma komisaris dianggap kurang ajar karena bisa ”petantang-petenteng” memeriksa Kakorlantas Djoko Susilo, jenderal bintang tiga.
Tak lama setelah rentetan peristiwa yang menimbulkan friksi Polri vs KPK dalam lakon ”Cicak vs Buaya” itu, mendadak Novel ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penembakan terhadap pencuri sarang burung walet di Lampung tahun 2004, saat masih bertugas di Polres Bengkulu.
Tahun 2012, Novel juga menghadapi teror saat menangani kasus korupsi Bupati Buol Amran Batalipu. Novel diserang massa pendukung Amran, saat memimpin operasi penangkapan. Novel yang ketika itu mengendarai sepeda motor, ditabrak pengawal Amran memakai mobil.
Pun saat memimpin penyidikan megakorupsi e-KTP, mobil Novel masuk ke sungai saat mengecek fisik pengadaan e-KTP, 15 Oktober 2015.
Selang setahun, 2016, Novel lagi-lagi ditabrak mobil saat dirinya hendak pergi ke kantor. Ia terpelanting, mencium kerasnya aspal jalanan, meski akhirnya hanya luka ringan.
Novel, meski bergaji tinggi dan menjadi penyidik terbaik KPK, memang mudah diserang di jalanan. Selain tak memunyai pengawal, ia tetap bersetia naik sepeda motor ketimbang membeli mobil.
Namun, teror yang paling maut menimpa Novel adalah penyiraman air keras. Dokter mengkhawatirkan, air keras itu merusak kornea dan menyebabkan kebutaan.
Agar hal itu tak terjadi, dokter memutuskan memindahkan Novel dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading ke Rumah Sakit Eye Center di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang.
Baca Juga: Besuk ke Rumah Sakit, Mahfud MD Ungkap Kondisi Novel Baswedan
”Tapi Novel tetap kuat, bahkan ia semakin bersemangat memberantas korupsi. Keluarga Baswedan tak pernah takut diteror!” tega Anies, saat mengurus kepindahan sepupunya itu ke RS Mata JEC.
Anies dan Novel adalah cucu salah Pahlawan Nasional, Abdurrahman (AR) Baswedan.
“Dulu orangtua kami berjuang untuk mendirikan republik. Kini kami berjuang untuk mempertahankan republik ini dari tangan koruptor,” tandas Anies.
Teror terhadap Novel turut menjadi Presiden RI Joko Widodo. Ia mengutuk penyerangan tersebut, dan memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian secepat-cepatnya menangkap pelaku sekaligus aktor intelektual di balik teror tersebut.
Sang jenderal lantas membentuk tim khusus gabungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Utara, untuk berbareng bergerak melacak pelaku. Ia juga menawarkan pengawalan terhadap seluruh tim penyidik KPK.
Namun, apakah pengawalan itu bisa membuat koruptor mengurungkan niat meneror penyidik KPK ke depannya?
"Kalau teror, bagi KPK, itu sudah seperti sarapan pagi," kata mantan Ketua KPK Abraham Samad, seusai menjenguk Novel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Potong Jalur Birokrasi: Bandar Lampung Minta Dana Pajak Rokok Tak Lagi Mampir di Provinsi
-
Aksi Berani Bocah Madiun Pasang Badan Selamatkan Ibu dari Tikaman Ayah
-
4 Serum Korea yang Ampuh Atasi Pori Besar, Kulit Kendur, dan Kontrol Minyak
-
Info Cuaca Kamis: Langit Indonesia Didominasi Awan Tebal, Waspada Dampak Bibit Siklon 95W
-
Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
-
Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar
-
9 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia Sepanjang Tahun 2026, Ini Daftarnya
-
Sifat Trapesium, Jenis-jenis, Rumus Luas Keliling Lengkap dengan Contoh Soal
-
3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali
-
UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir