Rizieq Shihab tiba di Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (28/2).
Mobil Avanza tanpa nomor polisi itu terbakar di dekat acara pengajian yang dihadiri pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab di Jalan M. T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (16/4/2017), dini hari.
Peristiwa menghebohkan tersebut terjadi usai Rizieq memberikan tausiyah atau ketika dia hendak menutup acara.
"Sekitar jam 12 lewat 5 menit acara (Isra Miraj) selesai. Beliau (Rizieq) tutup dengan doa. Waktu ingin tutup doa saya dengar suara ledakan. Kawan saya ini dan jemaah bahkan juga mendengarkan suara yang sama," kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas dalam konferensi pers di Aula Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2017).
Suara ledakan terdengar dari dalam mobil yang mulai dilalap si jago merah. Meski tidak terdengar keras, suara tersebut menambah ketegangan.
"Karena massa membludak luar biasa, maka kami pakai toa (pengeras suara). Suara toa memang kencang sehingga suara ledakan agak tertutup. Saya tapi dengar dan saya bisikan ke Habib Rizieq sehingga mempercepat doanya," katanya.
Kejadian benar-benar di luar dugaan. Sebagian jamaah pengajian panik. Yang membuat mereka semakin panik, mobil yang terbakar posisinya bergerak mundur ke arah tempat parkir sepeda motor di tepi jalan.
"Begitu api sudah berkobar-kobar tahu-tau mobil ini mundur saja. Di belakangnya itu umat sedang berdoa," kata dia.
Sebagian laskar FPI cepat-cepat mengevakuasi sepeda motor agar tidak tertabrak mobil tersebut. Sementara laskar yang lain dibantu jamaah berusaha memadamkan api.
"Itu mobil mundur kena motor sehingga macet. Laskar menyelamatkan motor-motor. Mobil kami ganjel dengan batu. Kami matikan kerjasama dengan umat jemaah ada yang pakai gelas Aqua," kata dia.
Sampai akhirnya, laskar dan jamaah pengajian berhasil memadamkan api.
Setelah itu, situasi menjadi panas. Laskar langsung siaga. Mereka memeriksa kendaraan-kendaraan yang berada di lokasi. Ketika memeriksa dua mobil jenis Toyota kijang yang diparkir di dekat kendaraan jamaah, mereka menemukan benda mencurigakan. Di dalam kedua mobil ditemukan beberapa jerigen penuh bahan bakar minyak.
"Karena beresiko, laskar kami mengecek mobil itu. Kemudian masuk ke kolong mobil dan dia (laskar FPI) senter. Ternyata di senter ke dalam mobil penuh bensin. Ada empat jerigen bensin di satu mobil. Dan satu mobil lima sampai enam jerigen," kata dia.
Muchsin menyebut ketika kasus mobil terbakar terjadi tidak ada satu pun polisi yang berada di TKP. Polisi yang awalnya menjaga area sekitar pengajian, kata Muchsin, ditarik untuk menangani tawuran warga di dekat Rumah Sakit Budi Asih, Jalan Dewi Sartika.
"Ada tawuran di RS Budi Asih. Malemnya polisi yang jaga di lokasi ditugaskan ke (lokasi) tawuran. Pas polisi sepi terjadilah kejadian itu," katanya.
Polisi, katanya, baru datang ke tempat TKP kebakaran pukul 03.00 WIB.
"Habib Rizieq panggil saya dan sepakat untuk semuanya mundur dan serahkan ke polisi. Mereka baru tiba jam 3 subuh. Saat kejadian saya yakin intel banyak di situ," kata dia.
FPI terus menerus mengumpulkan informasi. Dari informasi saksi, ada tiga orang yang tindak tanduknya mencurigakan.
Tiga orang ini diyakini tahu terlibat kasus itu.
Menurut Muchsin kalau mereka merupakan korban mobil terbakar secara tak sengaja, tentunya panik dan meminta pertolongan kepada warga yang berada tak jauh dari lokasi.
"Logikanya kalau itu aparat yang mengamankan itu mobil direm tangan, atau kalau terbakar mereka dekati banyak orang minta tolong," kata dia.
Muchsin kemudian menyebut ciri-ciri ketiga orang tersebut. Mereka berbadan tinggi dan besar serta posturnya tegap.
"Orang itu tinggi besar tiga-tiganya sama lari ke sana. Saya kurang tahu jelas pakaiannya karena malam itu gelap tak ada lampu," kata dia.
Kasus tersebut sekarang sedang dalam penanganan kepolisian.
Peristiwa menghebohkan tersebut terjadi usai Rizieq memberikan tausiyah atau ketika dia hendak menutup acara.
"Sekitar jam 12 lewat 5 menit acara (Isra Miraj) selesai. Beliau (Rizieq) tutup dengan doa. Waktu ingin tutup doa saya dengar suara ledakan. Kawan saya ini dan jemaah bahkan juga mendengarkan suara yang sama," kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas dalam konferensi pers di Aula Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2017).
Suara ledakan terdengar dari dalam mobil yang mulai dilalap si jago merah. Meski tidak terdengar keras, suara tersebut menambah ketegangan.
"Karena massa membludak luar biasa, maka kami pakai toa (pengeras suara). Suara toa memang kencang sehingga suara ledakan agak tertutup. Saya tapi dengar dan saya bisikan ke Habib Rizieq sehingga mempercepat doanya," katanya.
Kejadian benar-benar di luar dugaan. Sebagian jamaah pengajian panik. Yang membuat mereka semakin panik, mobil yang terbakar posisinya bergerak mundur ke arah tempat parkir sepeda motor di tepi jalan.
"Begitu api sudah berkobar-kobar tahu-tau mobil ini mundur saja. Di belakangnya itu umat sedang berdoa," kata dia.
Sebagian laskar FPI cepat-cepat mengevakuasi sepeda motor agar tidak tertabrak mobil tersebut. Sementara laskar yang lain dibantu jamaah berusaha memadamkan api.
"Itu mobil mundur kena motor sehingga macet. Laskar menyelamatkan motor-motor. Mobil kami ganjel dengan batu. Kami matikan kerjasama dengan umat jemaah ada yang pakai gelas Aqua," kata dia.
Sampai akhirnya, laskar dan jamaah pengajian berhasil memadamkan api.
Setelah itu, situasi menjadi panas. Laskar langsung siaga. Mereka memeriksa kendaraan-kendaraan yang berada di lokasi. Ketika memeriksa dua mobil jenis Toyota kijang yang diparkir di dekat kendaraan jamaah, mereka menemukan benda mencurigakan. Di dalam kedua mobil ditemukan beberapa jerigen penuh bahan bakar minyak.
"Karena beresiko, laskar kami mengecek mobil itu. Kemudian masuk ke kolong mobil dan dia (laskar FPI) senter. Ternyata di senter ke dalam mobil penuh bensin. Ada empat jerigen bensin di satu mobil. Dan satu mobil lima sampai enam jerigen," kata dia.
Muchsin menyebut ketika kasus mobil terbakar terjadi tidak ada satu pun polisi yang berada di TKP. Polisi yang awalnya menjaga area sekitar pengajian, kata Muchsin, ditarik untuk menangani tawuran warga di dekat Rumah Sakit Budi Asih, Jalan Dewi Sartika.
"Ada tawuran di RS Budi Asih. Malemnya polisi yang jaga di lokasi ditugaskan ke (lokasi) tawuran. Pas polisi sepi terjadilah kejadian itu," katanya.
Polisi, katanya, baru datang ke tempat TKP kebakaran pukul 03.00 WIB.
"Habib Rizieq panggil saya dan sepakat untuk semuanya mundur dan serahkan ke polisi. Mereka baru tiba jam 3 subuh. Saat kejadian saya yakin intel banyak di situ," kata dia.
FPI terus menerus mengumpulkan informasi. Dari informasi saksi, ada tiga orang yang tindak tanduknya mencurigakan.
Tiga orang ini diyakini tahu terlibat kasus itu.
Menurut Muchsin kalau mereka merupakan korban mobil terbakar secara tak sengaja, tentunya panik dan meminta pertolongan kepada warga yang berada tak jauh dari lokasi.
"Logikanya kalau itu aparat yang mengamankan itu mobil direm tangan, atau kalau terbakar mereka dekati banyak orang minta tolong," kata dia.
Muchsin kemudian menyebut ciri-ciri ketiga orang tersebut. Mereka berbadan tinggi dan besar serta posturnya tegap.
"Orang itu tinggi besar tiga-tiganya sama lari ke sana. Saya kurang tahu jelas pakaiannya karena malam itu gelap tak ada lampu," kata dia.
Kasus tersebut sekarang sedang dalam penanganan kepolisian.
Tiga mobil yang ditemukan di lokasi sekarang diamankan di Polres Jakarta Timur. Polisi sudah memeriksa beberapa saksi mata. Tetapi, sejauh ini polisi belum menyimpulkan motif kasus tersebut serta siapa pemilik mobil.
Komentar
Berita Terkait
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek