Suara.com - Kolumnis bernama Ganggas Yusmoro menulis artikel berjudul "Ketika JK Bilang Karangan Bunga Itu Mubazir" di situs sorasirulo.com yang dimuat hari Kamis, 27 April 2017. Juga dimuat di gerilyapolitik.com pada Jumat, 28 April.
Lelaki yang diketahui dari akun Facebook-nya berasal dari Jawa Timur dan kini tinggal di Taiwan itu mengkritik Wakil Presiden RI itu tak bilang "mubazir" kepada aksi demonstrasi yang berjilid-jilid.
Dia juga menyayangkan Jusuf Kalla tak bilang "mubazir" ketika rumah ibadah dijadikan ajang kampanye, ribuan spanduk provokatif di pasang di pintu gerbang rumah ibadah, dan ketika digaungkan rencana Tamasya Almaidah.
Suara.com pun meminta konfirmasi soal tulisan Ganggas kepada Husain Abdullah, Juru Bicara dari Jusuf Kalla.
Husain malah tertawa setelah ditanya tulisan Ganggas tesebut. "Ha-ha-ha hoax koq diulas," katanya melalui perbincangan WhatsApp.
"Kasian buang waktu bahas sesuatu yang tidak ada," kata dia diawali emoji orang tertawa, lalu mengakhirinya dengan menulis "kasian Ganggas."
Selain itu, Husain juga mengirim capture klarifikasinya melalui Twitter. Isinya soal bantahan JK telah berpesan kepada semua pihak di instansi pemerintah atau swasta untuk tidak mengirimkan bunga kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akan dilantik bulan Oktober 2017.
"Tidak pernah Pak JK komentar soal bunga ucapan selamat. Biasanya sih Pak JK komentar tentang bunga bank," cuit Husain.
Baca Juga: Karangan Bunga untuk Ahok Tembus 4 Ribu, Masih Dibilang Rekayasa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?