Suara.com - Saksi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) menolak menandatangani hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tingkat provinsi, Sabtu (29/4/2017).
“Saksi pasangan nomor urut dua menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara, menyusul keberatan mereka dalam pemungutan suara ulang di wilayah Jakarta Pusat,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Sumarmo, seusai rapat pleno di di Hotel Aryaduta, Sabtu malam.
Ia mengatakan, saksi Ahok-Djarot hanya menandatangani hasil rekapitulasi hitung manual perolehan suara putaran kedua pilkada untuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Namun, Sumarno menambahkan, keabsahan hasil rekapitulasi tingkat provinsi DKI Jakarta tidak ditentukan oleh kesediaan saksi pasangan calon untuk menandatangani.
Candra Irawan, anggota tim saksi Ahok-Djarot, mengungkapkan penolakan itu didasarkan banyaknya kesalahan dalam penyelenggaraan pilkada.
“Kami menolak menandatangani, tapi menerima hasil penghitungan dengan sejumlah catatan. Terutama, soal ketidaksesuaian jumlah surat suara. Kami mendapatkan banyak tempat pemungutan suara (TPS) yang kekurangan surat suara. Sementara di TPS lain terdapat kelebihan surat suara,” tuturnya.
Candra mengatakan, saksi juga mendapatkan fakta kekurangan formulir C6 atau undangan untuk calon pemilih serta formulir C2 atau catatan khusus keberatan serta kejadian selama pemungutan suara.
“Kami mendapati ada Formulir C2 tidak diberikan kepada setiap saksi. Seharusnya, walaupun tidak ada pelanggaran, formulir C2 tetap diberikan kepada sksi di TPS,” tukasnya.
Selain itu, kata dia, terdapat masalah distribusi surat suara yang tidak sesuai dengan jumlah pemilihdalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) plus 2,5 persen dari DPT.
Baca Juga: Dosen Undip Dibunuh dan Dibuang ke Parit oleh Penghuni Indekos
Untuk diketahui, KPU DKI Jakarta menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.
Pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dipastikan menang atas Ahok-Djarot.
Anies-Sandi memperoleh total 57,96 persen suara atau 3.240.987 suara dari 5.591.353 suara sah di Kabupaten Kepulauan Seribu, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Timur, dan Kota Jakarta Selatan.
Sementara, pasangan calon urut nomor dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) memperoleh total 42,04 persen suara atau 2.350.366 suara.
Secara resmi, KPU akan mengumumkan Anies-Sandi sebagai pemenang, Jumat (5/5) pekan depan, kalau tak ada pihak yang mengajukan perkara perselisihan pilkada ke Mahkamah Konstitusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir