Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara [suara.com/Marselinus Kalis]
Setelah ditertibkan, kini muncul lagi bangunan liar di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.
Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah mngatakan telah menegur Satuan Polisi Pamong Praja karena membiarkan warga kembali mendirikan bangunan di sana.
"Satpol PP tadi sudah ditegur. Minggu ini mau dirapikan, kami tertibkan lagi," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/5/4/2017).
Menurut laporan Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi di lokasi tersebut muncul sekitar 300 bangunan liar.
Ketika dulu ditertibkan, warga sebenarnya sudah diberi tempat di rumah susun sederhana sewa Marunda, Rawa Bebek, dan Cipinang. Saefullah belum dapat memastikan apakah warga menempati Kampung Akuarium merupakan warga rusunawa atau bukan.
"Belum tentu (warga yang sebelumnya digusur) itu, makanya mereka KTP-nya dimana?. Apa betul nggak punya rumah, kalau nggak punya rumah akan kita fasilitasi di rusun," kata Saefullah.
Saefullah mengatakan ada 340 kepala keluarga yang sudah direlokasi pemerintah ke rusun di tiga lokasi. Semua mendapatkan fasilitas yang layak dibandingkan di Kampung Akuarium.
"Itu kan harusnya udah bebas gitu lho, mereka harusnya bergeser dari situ," kata dia.
I
Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah mngatakan telah menegur Satuan Polisi Pamong Praja karena membiarkan warga kembali mendirikan bangunan di sana.
"Satpol PP tadi sudah ditegur. Minggu ini mau dirapikan, kami tertibkan lagi," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/5/4/2017).
Menurut laporan Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi di lokasi tersebut muncul sekitar 300 bangunan liar.
Ketika dulu ditertibkan, warga sebenarnya sudah diberi tempat di rumah susun sederhana sewa Marunda, Rawa Bebek, dan Cipinang. Saefullah belum dapat memastikan apakah warga menempati Kampung Akuarium merupakan warga rusunawa atau bukan.
"Belum tentu (warga yang sebelumnya digusur) itu, makanya mereka KTP-nya dimana?. Apa betul nggak punya rumah, kalau nggak punya rumah akan kita fasilitasi di rusun," kata Saefullah.
Saefullah mengatakan ada 340 kepala keluarga yang sudah direlokasi pemerintah ke rusun di tiga lokasi. Semua mendapatkan fasilitas yang layak dibandingkan di Kampung Akuarium.
"Itu kan harusnya udah bebas gitu lho, mereka harusnya bergeser dari situ," kata dia.
I
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021
-
Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M
-
Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta