Suara.com - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini sudah melapor ke partai terkait rumahnya di Jalan Musyawarah, nomor 10, Kelurahan Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, ditembak orang tak dikenal. Rumah Jazuli ditembak oleh orang tak dikenal pada Rabu (3/5/2017) sekitar pukul 21.00 WIB.
"Beliau menyampaikan saja. Beliau sudah koordinasi dengan kepanduan partai di wilayah setempat," kata Ketua Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi kepada Suara.com, Kamis (4/5/2017).
Dedi tidak mau berspekulasi mengenai latar belakang kejadian tersebut.
"Kami (partai) tidak mau spekulasi soal pesan, target, motif. Kami tunggu saja kepolisian," katanya.
Dedi mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi dan sekarang sudah masuk ke ranah kepolisian untuk mengungkapnya.
Untuk informasi lebih jauh mengenai kasus tersebut, Dedi mengatakan biar nanti Jazuli yang akan menyampaikan.
Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat mengatakan setelah kejadian ini tentu akan ada proses tindaklanjutnya.
"Tentu kami proses internal dulu. Tabayyun, ada apa, begitu. Atasan Pak Jazuli kan ada sekretaris jenderal, presiden PKS, tentu saja akan kick action," kata anggota Komisi X DPR ketika dihubungi Suara.com.
Surahman belum dapat menduga motif kasus tersebut.
Baca Juga: Rumah Ketua Fraksi PKS Ditembak, Dilempar Batu, atau Ketapel?
"Wallahu a'lam," katanya.
Melalui akun Twitter, @JazuliJuwaini, Jazuli mengimbau agar semua tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada polisi.
"Trimakasi atas do'a dan perhatian sudaraku semua, sy brharap semua tenang, kta bri kesempatan pd Polisi tuk mngungkap," tulis Jazuli.
Berita Terkait
-
Presiden PKS: Nggak Bisa Elite Koalisi Permanen Sendiri, Harus Sama Rakyat
-
PKS Tegaskan Sikap Soal Dukungan Prabowo 2029: Ini Bukan Soal Cepat-cepatan!
-
Wacana Prabowo Dua Periode Menguat, Begini Respons PKS Soal Pilpres 2029
-
PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai
-
Legislator PKS Dorong Pembahasan RUU Perampasan Aset Harus Transparan dan Junjung Tinggi HAM
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Sering Telat, DPR Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
-
Kubu Yaqut Pertanyakan Keabsahan Kerugian Negara Rp622 M: Nilainya Berubah-ubah
-
Hak Korban Kekerasan Seksual Terabaikan, LBH APIK Kritik Penerapan RJ dan Pemotongan Anggaran
-
Kerugian Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Beberkan Bukti Audit BPK di Praperadilan Yaqut
-
Menag Lapor Presiden Takbiran di Bali Tetap Jalan Saat Nyepi, Tanpa Sound System dan Dibatasi Jam
-
Habiburokhman Ungkap Alasan Kuat Program MBG Masuk Pos Pendidikan: Siswa Adalah Bagian Terpenting