Suara.com - Kepolisian Daerah Lampung menyita 5 ton ikan mengandung formalin di Palabuhan Bakakeni. Ikan ini akan diedarkan di Lampung.
"Satgas Pangan Polda Lampung berhasil mengamankan ikan berformalin yang tertangkap di wilayah Pelabuhan Bakaheni," kata Kapolda Lampung Irjen Sudjarno, di Bandarlampung, Senin (15/5/2017).
Satgas pangan di bawah Dirkrimsus Polda Lampung mengungkap pengiriman ikan berformalin itu dari hasil penyelidikan di lapangan. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, petugas mendapati satu mobil colt diesel yang mencurigakan karena membawa ikan beku dengan jumlah 5 ton.
"Petugas pun melakukan tes formalin dengan mengambil sampel dari ikan tersebut, dari hasil tes diketahui benar bahwa ikan yang dibawa mengandung formalin," kata dia lagi.
Ia menjelaskan bahwa bahan kimia tersebut kegunaannya bukan diperuntukkan makanan.
Menurut Kapolda pengungkapan kasus ini berkat kerja sama Balai Besar POM Bandarlampung dan Polda Lampung, sehingga ke depan akan kembali ditingkatkan terlebih pihaknya telah memiliki satgas pangan di bawah Dirkrimsus Polda Lampung.
"Ikan berformalin ini diduga berasal dari Jakarta Utara dan patut diduga bahwa barang ini berasal dari luar negeri," kata dia.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini, sebab kuat dugaan bahwa pengiriman ini telah tersusun rapi.
Dia mengatakan bahwa perbuatan pelanggaran hukum ini tercatum dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan hukuman pidana penjara 5 tahun.
Baca Juga: Pabrik Mie Berformalin Digerebek di Cianjur
Sementara itu, pengemudi mobil box Iwan Latif (45) mengaku sudah sering mengantarkan ikan tersebut karena diminta Edi.
"Kalau saya sering mengantar bahkan saya makan pun tidak tahu isinya," kata dia lagi.
Ia mengatakan bahwa barang tersebut disuruh ambil oleh Edi.
Sementara itu, Kepala BBPOM Bandarlampung Setia Murni menegaskan bahwa formalin tidak diperbolehkan dalam makanan, karena merupakan zat berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi oleh warga.
"Ikan yang sudah diberi formalin ini bisa bertahan hitungan bulan, sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi masyarakat," katanya.
Dia mengatakan, berkat kerja sama dengan Polda Lampung melalui satgas pangan, pengiriman ikan berformalin itu diduga akan diedarkan di Lampung akhirnya bisa dicegah dan pihaknya akan meningkatkan kerja sama tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden