Suara.com - Sepasang suami-istri di Magnolia, Arkansas, Amerika Serikat terancam dipenjara selama 20 tahun karena membiarkan anak mereka yang masih berusia 15 hari diserang dan digigit tikus.
Erica Michelle Shryock (19) dan suaminya, Charles Elliot (18) ditahan oleh polisi setempat karena dianggap membahayakan nyawa anak-anak.
Menurut jaksa lokal, Ryan Phillips, kasus itu terbongkar pada Minggu (14/5/2017), ketika polisi mendapat panggilan dari fasilitas kesehatan Magnolia Regional Medical Center.
Di tempat itu mereka mendapati seorang bayi perempuan berusia 15 hari dirawat karena menderita gigitan tikus di sekujur tangan dan bahkan wajahnya. Salah satu cedera paling parah adalah luka terbuka sepanjang 1 inci di dahi, sehingga tulang tengkoraknya bisa terlihat.
Bayi itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Anak Arkansas untuk mendapatkan perawatan lebih serius.
Berdasarkan keterangan ibu Elliot, putranya takut bayi mereka akan diambil alih perawatannya oleh pemerintah setelah digigit oleh tikus. Ibu Elliot juga mengklaim bahwa ia adalah orang yang berhasil meyakinkan anak dan menantunya untuk membawa bocah itu ke rumah sakit.
Sementara menurut keterangan Shryock kepada polisi, ia menyadari putrinya mungilnya diserang tikus pada Minggu pagi. Saat itu ia terbangun karena mendengar jeritan bayi itu dan saat dihampir, bocah tak berdaya itu sudah berlumuran darah.
Menurut Shryock, bocah perempuan itu dibaringkan di keranjang tidurnya pada sekitar pukul 5.30 pagi dan suara tangisannya terdengar sekitar pukul 7.30. Ibu bayi itu mengatakan mereka menunggu hingga ibu Elliot tiba pada pukul 9 pagi untuk membawa anak itu ke rumah sakit.
Adapun Shryock dan Elliot mengakui bahwa rumah mereka penuh tikus.
"Tetapi Shryock mengaku, bahwa ia dan Charles tak pernah berusaha mengatasi masalah itu," bunyi pernyataan resmi pihak berwajib.
Dalam penyelidikan polisi menemukan keranjang bayi yang berbercak darah dan juga ditemukan jejak kaki tikus. Selain itu juga ditemukan sebuah lemari dengan kotoran tikus berceceran.
Menurut dokter yang memeriksa bayi itu, terdapat sejumlah luka parah pada tubuh anak itu akibat gigita tikus. Dokter itu menduga tikus telah menggigit anak itu selama berjam-jam sebelum orang tuanya menyadari.
Bayi itu, jelas dokter, diduga sangat menderita dan tertekan saat diserang tikus dan tak bisa berbuat apa-apa.
Dokter juga mengatakan bayi itu menderita 75 sampai 100 luka gigitan tikus. Anak malang itu telah menjalani operasi rekonstruksi wajah untuk mengobati luka menganga di dahinya.
Adapun Shryock dan Elliot kini sudah ditahan. Keduanya terancam hukuman 5 sampai 20 tahun penjara, serta denda sebesar 15.000 dolar. (Tech Times)
Berita Terkait
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
6 Parfum Wangi Bayi di Indomaret yang Beri Kesan Segar dan Muda
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Geger di Haji Nawi! Jasad Bayi Usia Sehari Dibuang di Tong Sampah, Dibungkus Tas Kertas
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji