Arsul Sani [suara.com/Dian Rosmala]
Selain wacana penambahan kursi DPR, MPR dan DPD dalam pembahasan RUU MD3, juga bergulir wacana penambahan kursi pimpinan MPR menjadi sebelas. Ide bergulir dalam rapat Badan Legislasi DPR, Senin (22/5/2017).
Menurut anggota Komisi III DPR yang juga anggota baleg dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani wacana tersebut digaungkan, mengingat MPR merupakan lembaga yang paling pas untuk bermusyawarah bagi perwakilan partai.
"MPR kan sesuai nama Majelis Permusyawaratan Rakyat. Selama ini kan tidak ada forum, di mana semua pimpinan atau top person di partai bertemu. Karena itu lah ada ide, bahwa MPR ini lah tempat bertemu," kata Arsul di DPR, Senayan.
Ide penambahan kursi pimpinan MPR sebenarnya bukan hal baru.
"Mengembalikan seperti tahun 1999 saja. Jadi bukan meng-create sesuatu yang baru, karena itu pernah ada dalam sejarah ketatanegaraan. Sehingga pengambilan keputusan yang sulit-sulit di sana saja sudah. Paling tidak sebagai forum permusyawaratan lah," tutur Arsul.
Arsul menambahkan penambahan kursi pimpinan majelis bukan berarti menempatkan MPR sebagai sebagai lembaga tertinggi. Namun lebih pada tujuan supaya lembaga tersebut menjadi wadah bagi partai untuk bermusyawarah satu sama lain.
"Karena sekarang kan rapat pimpinan DPR nggak semuanya ada. Di pimpinan MPR nggak semuanya ada, nah di sana bertemulah, tidak hanya fraksi yang ada di DPR tapi juga DPD," ujar Arsul.
Menurut anggota Komisi III DPR yang juga anggota baleg dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani wacana tersebut digaungkan, mengingat MPR merupakan lembaga yang paling pas untuk bermusyawarah bagi perwakilan partai.
"MPR kan sesuai nama Majelis Permusyawaratan Rakyat. Selama ini kan tidak ada forum, di mana semua pimpinan atau top person di partai bertemu. Karena itu lah ada ide, bahwa MPR ini lah tempat bertemu," kata Arsul di DPR, Senayan.
Ide penambahan kursi pimpinan MPR sebenarnya bukan hal baru.
"Mengembalikan seperti tahun 1999 saja. Jadi bukan meng-create sesuatu yang baru, karena itu pernah ada dalam sejarah ketatanegaraan. Sehingga pengambilan keputusan yang sulit-sulit di sana saja sudah. Paling tidak sebagai forum permusyawaratan lah," tutur Arsul.
Arsul menambahkan penambahan kursi pimpinan majelis bukan berarti menempatkan MPR sebagai sebagai lembaga tertinggi. Namun lebih pada tujuan supaya lembaga tersebut menjadi wadah bagi partai untuk bermusyawarah satu sama lain.
"Karena sekarang kan rapat pimpinan DPR nggak semuanya ada. Di pimpinan MPR nggak semuanya ada, nah di sana bertemulah, tidak hanya fraksi yang ada di DPR tapi juga DPD," ujar Arsul.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat
-
LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia