Suara.com - Seorang balita yang masih berusia 17 bulan di India, ditemukan warga tengah menangis sembari terus menyusu dari payudara sang ibunda yang sudah meninggal dunia.
Kisah tragis tersebut, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (24/5/2017), terjadi di Distrik Damoh, Madhya Pradesh, India.
"Kamis pagi tadi, kami mendengar ada suara teriakan seorang perempuan di dekat rel kereta api. Ketika kami ke lokasi, ada perempuan yang sudah meninggal. Sedangkan anaknya, menangis semberi terus mengisap susu ibunya," tutur Monu Balmiki, warga setempat.
Balmiki menuturkan, warga yang mendatangi lokasi tersebut banyak yang menangis sedih, tak kuasa melihat si balita yang tak tahu sang bunda sudah tiada.
Ia mengatakan, tidak mengetahui penyebab kematiaan perempuan tersebut.
Ketika ditemukan, kata dia, perempuan yang belum diketahui namanya itu mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.
Aparat kepolisian, Nand Ram, menjelaskan mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dari warga.
"Ketika kami datang, bocah itu terus menangis, mungkin lapar. Ia kemudian menyusu kepada ibunya. Aku belum pernah melihat peristiwa menyedihkan dari ini," ujarnya.
Karena tak tega, Nand Ram dan polisi lainnya terus membiarkan si balita menyusu sampai kenyang. Setelahnya, baru bocah dan jenazah ibunya dievakuasi.
Baca Juga: Kisah KTP Viral Usai Bom Bunuh Diri, Polisi: Iwang Masih Hidup
Jenazah sang ibu kekinian berada di rumah sakit untuk diautopsi. Sedangkan si balita tengah dirawat secara intensif oleh dokter di RS yang sama.
"Kami menduga ibunya meninggal karena kecelakaan. Ia ditemukan di sisi rel kereta api, dan dari mulut dan hidungnya keluar darah, seperti tertabrak," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Inspiratif! Pakai Sandal Jepit, Maria Jadi Juara Maraton Dunia
-
Ditinggal Sendirian di Rumah, Balita Sobek Uang Ayahnya Rp96 Juta
-
Putrinya Potong Kemaluan Pemuka Agama, Sang Ibu Ditangkap
-
Penis Pemuka Agama di India Dipotong karena Memperkosa
-
Dianggap Titisan Dewa, Kambing Bermata Satu Disembah Penduduk
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat