Suara.com - Warganet melakukan aksi simpatik untuk mendukung Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut tuntas siapa dalang dan motif aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mereka membuat tanda #AksiSimpatikLawanTeroris menjadi trending topic di Twitter untuk zona Indonesia, Minggu (28/5/2017), siang.
"Maju terus pak Tito, segera lakukan tindakan tegas pada teroris #AksiSimpatikLawanTeroris," tulis akun @CintyaMariana2
Polisi telah menciduk beberapa orang terkait dengan dua terduga pelaku bom bunuh diri.
Tito mengatakan dua terduga pelaku diduga anggota kelompok teroris yang ditngkap di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Mereka merupakan Jamaah Ansharut Daulah Bandung.
"Kami yakin, Pak Tito berani melawan teroris #AksiSimpatikLawanTeroris," tulis @amadea_dewi.
Akun @AdzkiyaFadhill2 menekankanbahwa keberanian Tito untuk menindak tegas teroris sangat diharapkan masyarakat.
"Rakyat menunggu ketegasan Kapolri bubarkan teroris #AksiSimpatikLawanTeroris," tulisnya.
Akun @DevickaWulanda2 juga demikian. Dia menginginkan Kapolri menunjukkan ketegasan agar di masa mendatang jera.
"Kami berharap, Kapolri tegas terhadap teroris #AksiSimpatikLawanTeroris," tulis dia.
Sebagian besar netizen yang memakai hastaqg #AksiSimpatikLawanTeroris untuk mendukung Kapolri memakai akun yang memasang foto perempuan berparas cantik. Hingga berita ini diturunkan, perbincangan di dunia maya dengan semangat untuk mendukung melawan aksi teror masih berlangsung.
Aksi bom bunuh diri yang dilakukan dua orang terjadi pada Rabu (24/5/2017) malam. Bom bunuh diri menewaskan tiga anggota Polri yang sedang bertugas. Sebelas orang lainnya ikut terluka yang terdiri dari enam anggota polisi dan lima warga sipil.
Siapa dalangnya?
Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia meminta pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut.
Nono Sampono bersama dengan tiga anggota DPD dari Provinsi DKI Jakarta, A. M. Fatwa, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Kafia serta Sekretaris Jenderal DPD Sudarsono Hardjosoekarto datang menjenguk dua korban bom bernama Tasdik Saputro dan Susi Fitriyani yang masih terbaring lemah di ruang perawatan RS. Budhi Asih, Cawang, beberapa waktu yang lalu.
Nono berharap teror bom bunuh diri dapat diusut tuntas karena bukan lagi kriminal biasa, melainkan arahnya sudah jelas yaitu negara.
Pasukan antiteror TNI disarankan terlibat dalam menangani kasus-kasus terorisme di Indonesia.
“Teror ini pasti ada dalang di belakangnya, bukan hanya pelaku yang cuma kita tuju, tapi harus diselidiki juga apakah ada jaringan di belakangnya. Perlu kerja keras dan koordinasi yang intens antara Polri, TNI, BIN dan BNPT dalam menanggulangi sejak dini potensi terjadinya terorisme dan serangan-serangan kelompok," ujarnya.
Selain mengutuk keras tindakan tersebut, dia juga berharap pemerintah beserta DPR segera merivisi UU Anti Terorisme agar pencegahan dini serta tindakan aparat berwajib dapat bekerja maksimal.
“Revisi UU terorisme sedang dilakukan, saya harap UU tersebut kelak bisa mengatur secara komprehensif dan menjangkau tindakan represif serta preventif," kata dia.
Untuk meminimalisir paham radikalisme, menurut Nono, harus ditelusuri juga apa landasannya, sehingga bisa dicegah dikemudian hari.
"Tindakan terorisme itu banyak faktornya apakah karena ekonomi, ideologis dan politis, nah dari sini harus diperhatikan apa landasannya sehingga bisa dipahami dan dicegah," katanya.
Nono Sampono tidak habis pikir dengan aksi bom bunuh diri.
"Saya sangat mengutuk pelaku bom di kampung melayu, apa pun motifnya, ini merupakan musuh kita bersama, karena beberapa oknum jangan sampai menggeneralisasi kepada kelompok dan golongan tertentu," kata dia.
Sudarsono berharap agar masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.
"Saya harap masyarakat bisa juga memantau kejadian di sekitarnya, jika ada kegiatan yang mencurigakan terutama dari orang asing, maka wajib diantisipasi dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana
-
Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar
-
Korban Bencana Sumatra Dapat Kompensasi hingga Rp 60 Juta Lebih, Ini Rinciannya
-
Segera Terbitkan Surat Edaran Korve, Mendagri Bakal Awasi Daerah yang Tidak Bersih-bersih
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras