Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto naik taksi [suara.com/Erick Tanjung]
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto terlihat ke luar dari kantor DPP Partai Nasional Demokrat, Jalan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2017), petang, tanpa alas kaki.
Padahal, ketika sore tadi, dia datang dengan sandal yang bagus.
Sesampai di depan gedung, dia berdiri di pinggir jalan sambil menelepon ajudan. Tapi ternyata nomor telepon yang dituju tidak aktif.
Padahal, ketika sore tadi, dia datang dengan sandal yang bagus.
Sesampai di depan gedung, dia berdiri di pinggir jalan sambil menelepon ajudan. Tapi ternyata nomor telepon yang dituju tidak aktif.
Setelah itu, wartawan mencoba untuk mewawancarai Wiranto mengenai perkembangan situasi politik dan pemerintahan nasional terkini.
Tapi Wiranto tidak bisa berlama-lama melayani wawancara dengan alasan sedang buru-buru untuk pulang ke rumah karena ada acara Yasinan.
"Saya bukan nggak mau ngomong, tapi saya mau pulang, mau Yasinan dua tahun putra saya," kata Wiranto.
Setelah itu, terjawablah mengenai kenapa dia pulang tanpa sandal.
"Ini sandal saja tidak ada," ujar dia.
Seorang anggota polisi membantu Wiranto untuk mencarikan taksi. Sampai akhirnya, taksi express berhenti untuk mengantarkan Wiranto pulang ke rumah.
Entah siapa yang menyimpan sandal Wiranto.
Dihadiri Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja serta Ketua DPR Setya Novanto menghadiri acara buka puasa bersama Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.
Menteri yang hadir, antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang juga terlihat hadir.
Di acara tersebut, Nasdem juga meluncurkan aplikasi Al Qur an Digital Persembahan Partai Nasdem.
Komentar
Berita Terkait
-
PMI Siap Kirim Bantuan Medis ke Iran, Jusuf Kalla: Kami Pertimbangkan Beli Obat di Pakistan
-
JK Minta Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras pada Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Bahas Konflik Timur Tengah, Ini Poin yang Jadi Sorotan JK dan Eks Dubes
-
Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor
-
Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel