Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menegaskan akan melakukan perlawanan secara konstitusional atas langkah Polda Metro Jaya menetapkan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq menjadi tersangka kasus pornografi dan memasukkan namanya ke daftar pencarian orang.
"Ya kami sangat melawan keras, alasannya apa sih? Masa kasus ecek-ecek begini. Negara sebesar ini ngurus kasus ecek-ecek coba, chat sex," ujar Sambo di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Sebelum Rizieq, Polda Metro Jaya lebih dulu menetapkan Firza Husein menjadi tersangka kasus yang berkaitan dengan chat sex dan foto porno yang disebar lewat situs baladacintarizieq.com.
Sambo membandingkan kasus yang dituduhkan kepada Rizieq dengan kasus pesta gay. Menurut Sambo seharusnya kasus pesta gay bisa dipidana.
"Kemarin kasus yang terang-terangan begitu besar, yang gay, yang berapa ratus orang. Itu justru yang lebih besar lagi dibebaskan. Kasus chat sex yang nggak jelas juntrungannya, jangankan jadi tersangka, jadi saksi pun, habib nggak layak. Ini justru dibuat seperti ini, ini sudah sangat dzolim. Kami akan lakukan perlawanan hukum bersama," kata dia.
Sambo mengenal Rizieq dengan baik. Menurut Sambo, Rizieq merupakan sosok pemimpin yang lembut, tapi tegas, dan mencintai NKRI serta umat Islam.
Sambo meyakini kasus yang dituduhkan kepada Rizieq merupakan rekayasa.
"Jadi nggak mungkin hanya kasus yang seperti ini, semua adalah rekayasa. Beliau juga sudah melakukan mubahalah, kalau dalam Islam itu sumpah bersama. Ya kalau saya salah saya dilaknat oleh Allah. Kalau anda yang berdusta, anda yang harus dilaknat," kata Sambo.
"Nah ini siapa yang melakukan ini yang berani akan turun langsung laknat. Besok, atau lusa akan terjadi apalah kecelakaan atau apa," Sambo menambahkan.
Rizieq, kata Sambo, telah melakukan sumpah mubahalah dan hingga kini belum ada orang yang menantang mubahalahnya.
"Buktinya nggak ada yang berani. Jadi habib sudah mengatakan, siapa yang menuduh saya begini, mubahalah sama saya, ngga ada yang berani. Siapa? Polisi berani mubahalah? Ngggak ada yang berani, saya kira demikian," kata dia.
Penyidik Polda Metro Jaya memastikan kasus Rizieq sesuai prosedur.
Penyidik telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq, meskipun belum pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi karena dua kali mangkir pemanggilan.
Argo mencontohkan seseorang terlibat kasus pembunuhan yang belum menjalani pemeriksaan dapat ditetapkan tersangka ketika penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup.
Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq dan seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar pada Senin (29/5/2017).
Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
"Ya kami sangat melawan keras, alasannya apa sih? Masa kasus ecek-ecek begini. Negara sebesar ini ngurus kasus ecek-ecek coba, chat sex," ujar Sambo di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Sebelum Rizieq, Polda Metro Jaya lebih dulu menetapkan Firza Husein menjadi tersangka kasus yang berkaitan dengan chat sex dan foto porno yang disebar lewat situs baladacintarizieq.com.
Sambo membandingkan kasus yang dituduhkan kepada Rizieq dengan kasus pesta gay. Menurut Sambo seharusnya kasus pesta gay bisa dipidana.
"Kemarin kasus yang terang-terangan begitu besar, yang gay, yang berapa ratus orang. Itu justru yang lebih besar lagi dibebaskan. Kasus chat sex yang nggak jelas juntrungannya, jangankan jadi tersangka, jadi saksi pun, habib nggak layak. Ini justru dibuat seperti ini, ini sudah sangat dzolim. Kami akan lakukan perlawanan hukum bersama," kata dia.
Sambo mengenal Rizieq dengan baik. Menurut Sambo, Rizieq merupakan sosok pemimpin yang lembut, tapi tegas, dan mencintai NKRI serta umat Islam.
Sambo meyakini kasus yang dituduhkan kepada Rizieq merupakan rekayasa.
"Jadi nggak mungkin hanya kasus yang seperti ini, semua adalah rekayasa. Beliau juga sudah melakukan mubahalah, kalau dalam Islam itu sumpah bersama. Ya kalau saya salah saya dilaknat oleh Allah. Kalau anda yang berdusta, anda yang harus dilaknat," kata Sambo.
"Nah ini siapa yang melakukan ini yang berani akan turun langsung laknat. Besok, atau lusa akan terjadi apalah kecelakaan atau apa," Sambo menambahkan.
Rizieq, kata Sambo, telah melakukan sumpah mubahalah dan hingga kini belum ada orang yang menantang mubahalahnya.
"Buktinya nggak ada yang berani. Jadi habib sudah mengatakan, siapa yang menuduh saya begini, mubahalah sama saya, ngga ada yang berani. Siapa? Polisi berani mubahalah? Ngggak ada yang berani, saya kira demikian," kata dia.
Penyidik Polda Metro Jaya memastikan kasus Rizieq sesuai prosedur.
Penyidik telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq, meskipun belum pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi karena dua kali mangkir pemanggilan.
Argo mencontohkan seseorang terlibat kasus pembunuhan yang belum menjalani pemeriksaan dapat ditetapkan tersangka ketika penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup.
Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq dan seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar pada Senin (29/5/2017).
Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Komentar
Berita Terkait
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
-
5 Fakta Panas Bentrok Berdarah di Ceramah Rizieq Shihab yang Sebabkan 15 Orang Terkapar
-
Siapa Dalang Penyerangan di Ceramah Habib Rizieq? 5 Orang Terluka Sajam, Ini Tuntutan HRS
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar